Once there was a little boy dreaming of being bigger than he was, exactly 21. He blew all his 10 candles on his birthday, ate the cherry on top of his black forrest-birthday-cake, opened his presents, enjoyed his new toys and soon forgot about his fantasy. It's funny how things worked out for him. Suddenly, in the still of the night, he recalled that moment, when he wondered how would it feels to be right here, right now, on this very moment... 21, bigger than he was...
Yeaaaaa...
Sekali lagi usia bertambah di negeri orang. Satu kali lilin imajiner gwe tiup tanpa mama di sampingku. Bukan hal baru, bukan hal luar biasa, Hanya sebuah "fenomena" yang (harus) terjadi.Kalau gwe bisa, gwe akan pulang sehari untuk merasakan kembali berada di sekitar mama, bapak dan adik-adik sekali lagi. Sayangnya, rumah harus menunggu..;p
Ngomong-ngomong tambah umur,
21 ya?
Hmm.. apa ya? Gak tau.. sepertinya gak terlalu beda jauh dari 20, gak seperti 19 yang berkesan melompat jauh ke 20. Somehow, makin tua, makin ulang tahun dipandang sebagai BUKAN momen buka kado, kue, pesta dan sejenisnya. Gwe hanya mensyukuri anugerah usia yang dimandatkan ke gwe ke 21 kalinya oleh Yang Maha Kuasa, berterima kasih kepada orang tua, khususnya mama yang bersusah payah penuh perjuangan membagi hidupnya selama 9 bulan penuh perjuangan + 21 tahun "kesusah-payah" gwe repotkan. heheh.
Speaking of which.. Satu hal yang istimewa..
Sore ini, sebuah SMS masuk. Mama menulis, "Selamat ulang tahun, mas, mama bangun nungguin kamu ulang tahun". Sederhana? kelihatannya. tetapi sebenarnya, untuk beliau, kelahiran gwe 21 tahun silam adalah momennya naik pangkat menjadi seorang ibu. Must be something for her, eh? Entah kenapa, jauh di lubuk hati yang terdalam, gwe tidak berdaya bereaksi membacanya. Tanpa kado, tanpa pelukan selamat ulang tahun, tanpa kehadiran dan kecup sayang, mama telah membuat hari ini begitu istimewa.
Anyway!
Terlepas dari semuanya...
21 tahun? sepertinya harus menjadi momen yang membangunkan gwe dari tidur gwe dan masa selenge'an gwe (well so call it). Semakin jauh gwe melangkah keluar dari usia "teenager", semakin banyak hal yang harus dipandang lebih serius, semakin banyak (sekali) bagian yang harus didewasakan, semakin banyak tanggung jawab menanti di depan mata. Klise? tapi nyata. Kalo kata Robert Southey, "Live as long as you may. The first twenty years are the longest half of your life." Damn straight, Southey!;p. It's time for the real business. Solid and fast, because time will go by faster than before..
Yang pasti semua harap dan mimpi gwe kini seperti disegarkan kembali. 21 adalah angka keberuntungan gwe, yang akan membawa gwe berpetualang meraih lebih lagi dalam hari-hari gwe.
So, happy birthday little boy.. enjoy your days.. for the next 10 years will be one of the longest phase on your life!;p
Showing posts with label melancholic. Show all posts
Showing posts with label melancholic. Show all posts
May 10, 2010
Dec 10, 2009
Mengapa?
Pertanyaan tentang hidup dari jiwa yang bermimpi, berharap dan menanti. Berserah pasrah pada Kehendak satu sinergi ilahi yang universal, menjalani tanpa pamrih segala tawa dan siksa, sebagai abdi setia keajaiban dunia, yang bagai bernyawa begitu dinamis mengukir kisah dengan tinta emas takdir. Begitu indah, begitu besar tak terbaca mata manusia yang begitu kecil, memandang titik gelap pada sebuah lukisan elok dirinya.
Pertanyaan tentang hidup dari jiwa yang bermimpi, berharap dan menanti. Berserah pasrah pada Kehendak satu sinergi ilahi yang universal, menjalani tanpa pamrih segala tawa dan siksa, sebagai abdi setia keajaiban dunia, yang bagai bernyawa begitu dinamis mengukir kisah dengan tinta emas takdir. Begitu indah, begitu besar tak terbaca mata manusia yang begitu kecil, memandang titik gelap pada sebuah lukisan elok dirinya.
Jun 25, 2009
The Prayer
Oh God, help me, I'm down on bended knee.
All I need is myself by the time i need it the most,
Tomorrow, the whole 8 days after Sunday, 7th July and the following days..
I couldn't understand or figure out how things work, and I don't really care..
I know it's a test for me U'r running.. But it seems too much lately..
I just wan'na be fit, prepared and confident for D-Day
The strength I possess is to shy to show, and I'm too weak to realize it..
The courage I have is way to deep to be brought up..
The soldier inside me is wounded
and I don't have any idea how am I able to put him back on his feet..
Oh Lord, help me, I'm standing shaking, I don't know what to do..
All I need is the serenity to accept the things I cannot change..
courage to change the things I can..
and wisdom to know the difference..
Let me know, let me be wise..
Let me do everything's right..
Let me fulfill my destiny with all the power I have in You..
Let me get through this darkness to see the light at the end of the tunnel..
Let me be prepared to say let it be..
And trust with all the confidence I have left, in YOU..
Amin.
All I need is myself by the time i need it the most,
Tomorrow, the whole 8 days after Sunday, 7th July and the following days..
I couldn't understand or figure out how things work, and I don't really care..
I know it's a test for me U'r running.. But it seems too much lately..
I just wan'na be fit, prepared and confident for D-Day
The strength I possess is to shy to show, and I'm too weak to realize it..
The courage I have is way to deep to be brought up..
The soldier inside me is wounded
and I don't have any idea how am I able to put him back on his feet..
Oh Lord, help me, I'm standing shaking, I don't know what to do..
All I need is the serenity to accept the things I cannot change..
courage to change the things I can..
and wisdom to know the difference..
Let me know, let me be wise..
Let me do everything's right..
Let me fulfill my destiny with all the power I have in You..
Let me get through this darkness to see the light at the end of the tunnel..
Let me be prepared to say let it be..
And trust with all the confidence I have left, in YOU..
Amin.
Jun 16, 2009
My Breaking Point
Lebih baik "Perjuangan tanpa akhir" daripada "Akhir tanpa perjuangan"..
Zufällig hab ich das im Facebook geschrieben.
Berapa kali gwe mencoba menghibur diri dan tetap menyalakan semangat gwe selama tiga-empat minggu ke depan. Gak kerasa, waktu yang gwe tunggu-tunggu selama setahun belakangan akan terjadi dalam 3 minggu. Satu kesempatan, dengan nyawa kedua gwe untuk menyelesaikan semua yang telah gwe mulai dan jalani, untuk sebagian kecil saja dari perjalanan besar dan panjang gwe.
Sedikit menggelitik dan menyentuh gwe, bagaimana tulisan iseng gwe yang gwe post itu ikut menyentuh beberapa orang yang ternyata peduli, concern dan ikut memikirkan gwe lewat comment dan "like"nya di facebook. Selama ini, konsep I stand alone dalam arti positif dan negatif masih sangat gwe pegang erat. Bukan lantaran gwe sebatang kara menghadapi apa yang harus gwe hadapi, i do have friends, i do got people i love.. melainkan karena gwe sedikit banyak tidak mau tergantung, terikat dan akhirnya terlena pada orang-orang yang menyisakan satu tempat dalam hidup mereka untuk memperhatikan gwe dan memberikan semangat untuk gwe. For God sake, they have their own life with its own obstacles, right? I just don't wan'na be pleasured while they're breaking down, unconciously exhausted because they're taking care of me all the time. And yet, I still do, stand alone facing all the thruth of my life.
Ujian? Mau berapa kali lagi ditulis, dipikirkan dan dijadikan bahan curhat colongan gwe?
Selamanya, ujian adalah momok menakutkan yang sangat menyita perhatian, waktu, energi dan kali ini emosi gwe. Dan sampai sekarang, gwe masih belum punya cara yang sehat "untuk menghadapi ujian dengan cara yang sehat". Ujian memang tetap satu warna dalam hidup yang harus dilewati tanpa pilihan. Satu bukti konkret dari pepatah "Point of No Return" atau "3 Hari Untuk Selamanya" (Refer to three days of damn FSP). Tapi, yah.. the hell.. Ich halte durch..
Anyway..
Beberapa hari yang lalu, gwe melihat banyak postingan foto baru dari teman-teman angkatan 20 Kolese Gonzaga yang baru menyelesaikan SMA nya. Sejenak gwe termenung, berkali-kali gwe memandangi foto dan wajah-wajah bahagia mereka dan mengingat gwe memakai toga itu 2 tahun yang lalu. Masa-masa saat gwe memulai perjalanan yang saat ini gwe lakoni secara batin dan fisik secara perlahan. Masa-masa melankolis dan berapi-api gwe, dimana gwe berjanji untuk menjadi seseorang dalam hidup gwe, untuk gwe dan orang lain. masa-masa yang saat ini gwe tanggapi dengan "Sang, ini saatnya! Ayo, Lakukan, You've walked this far!!!"
Sadar gak sadar, hal itu memotivasi gwe untuk meneruskan apa yang telah gwe mulai 2 tahun yang lalu, tepatnya, menyelesaikan apa yang telah gwe mulai, at least, sampai check point berikutnya. Perjalanan gwe masih panjang, masih akan lebih sulit, lebih menantang dan lebih berwarna.
Dan lalu,UJIAN hanya akan selalu menjadi sebuah "x" kecil dari rangkaian persamaan kuadrat dalam hidup gwe. Itu mudah, itu bisa dikerjakan, pasti bisa gwe lewati, dan akan berakhir indah (trösten mode on).
I got not much left to say, yang pasti, Gwe pasti akan dan bisa melewati ujian gwe, Ich verspreche euch, Ich geb mein Bestes!Und zwar... Ich tue es mir zuliebe xp..
Perjuangan gwe sudah di mulai awal Maret tahun lalu, Gwe hanya harus melanjutkan dan berjuang sedikit lebih mati-matian, lebih yakin dan confidence, melupakan semua jatuh bangun dan hasil buruk yang pernah gwe capai. Niscaya semua akan baik-baik saja. And like I said before, gwe pasti akan berjuang mati-matian tanpa akhir, Insya Allah. Lebih baik perjuangan tanpa akhir, daripada akhir tanpa perjuangan..
means.. Doing my very best to avoid the worst
I will get there somehow.. And I won't let anyone down, specially MY SELF..:)
Zufällig hab ich das im Facebook geschrieben.
Berapa kali gwe mencoba menghibur diri dan tetap menyalakan semangat gwe selama tiga-empat minggu ke depan. Gak kerasa, waktu yang gwe tunggu-tunggu selama setahun belakangan akan terjadi dalam 3 minggu. Satu kesempatan, dengan nyawa kedua gwe untuk menyelesaikan semua yang telah gwe mulai dan jalani, untuk sebagian kecil saja dari perjalanan besar dan panjang gwe.
Sedikit menggelitik dan menyentuh gwe, bagaimana tulisan iseng gwe yang gwe post itu ikut menyentuh beberapa orang yang ternyata peduli, concern dan ikut memikirkan gwe lewat comment dan "like"nya di facebook. Selama ini, konsep I stand alone dalam arti positif dan negatif masih sangat gwe pegang erat. Bukan lantaran gwe sebatang kara menghadapi apa yang harus gwe hadapi, i do have friends, i do got people i love.. melainkan karena gwe sedikit banyak tidak mau tergantung, terikat dan akhirnya terlena pada orang-orang yang menyisakan satu tempat dalam hidup mereka untuk memperhatikan gwe dan memberikan semangat untuk gwe. For God sake, they have their own life with its own obstacles, right? I just don't wan'na be pleasured while they're breaking down, unconciously exhausted because they're taking care of me all the time. And yet, I still do, stand alone facing all the thruth of my life.
Ujian? Mau berapa kali lagi ditulis, dipikirkan dan dijadikan bahan curhat colongan gwe?
Selamanya, ujian adalah momok menakutkan yang sangat menyita perhatian, waktu, energi dan kali ini emosi gwe. Dan sampai sekarang, gwe masih belum punya cara yang sehat "untuk menghadapi ujian dengan cara yang sehat". Ujian memang tetap satu warna dalam hidup yang harus dilewati tanpa pilihan. Satu bukti konkret dari pepatah "Point of No Return" atau "3 Hari Untuk Selamanya" (Refer to three days of damn FSP). Tapi, yah.. the hell.. Ich halte durch..
Anyway..
Beberapa hari yang lalu, gwe melihat banyak postingan foto baru dari teman-teman angkatan 20 Kolese Gonzaga yang baru menyelesaikan SMA nya. Sejenak gwe termenung, berkali-kali gwe memandangi foto dan wajah-wajah bahagia mereka dan mengingat gwe memakai toga itu 2 tahun yang lalu. Masa-masa saat gwe memulai perjalanan yang saat ini gwe lakoni secara batin dan fisik secara perlahan. Masa-masa melankolis dan berapi-api gwe, dimana gwe berjanji untuk menjadi seseorang dalam hidup gwe, untuk gwe dan orang lain. masa-masa yang saat ini gwe tanggapi dengan "Sang, ini saatnya! Ayo, Lakukan, You've walked this far!!!"
Sadar gak sadar, hal itu memotivasi gwe untuk meneruskan apa yang telah gwe mulai 2 tahun yang lalu, tepatnya, menyelesaikan apa yang telah gwe mulai, at least, sampai check point berikutnya. Perjalanan gwe masih panjang, masih akan lebih sulit, lebih menantang dan lebih berwarna.
Dan lalu,UJIAN hanya akan selalu menjadi sebuah "x" kecil dari rangkaian persamaan kuadrat dalam hidup gwe. Itu mudah, itu bisa dikerjakan, pasti bisa gwe lewati, dan akan berakhir indah (trösten mode on).
I got not much left to say, yang pasti, Gwe pasti akan dan bisa melewati ujian gwe, Ich verspreche euch, Ich geb mein Bestes!Und zwar... Ich tue es mir zuliebe xp..
Perjuangan gwe sudah di mulai awal Maret tahun lalu, Gwe hanya harus melanjutkan dan berjuang sedikit lebih mati-matian, lebih yakin dan confidence, melupakan semua jatuh bangun dan hasil buruk yang pernah gwe capai. Niscaya semua akan baik-baik saja. And like I said before, gwe pasti akan berjuang mati-matian tanpa akhir, Insya Allah. Lebih baik perjuangan tanpa akhir, daripada akhir tanpa perjuangan..
means.. Doing my very best to avoid the worst
I will get there somehow.. And I won't let anyone down, specially MY SELF..:)
Posted in:
Abstract,
Curhat,
melancholic,
Sharing
Jun 9, 2009
Terbungkus dalam Sebuah Keajaiban dan Tersembunyi di balik Keluguan
Terbungkus dalam sebuah keajaiban dan tersembunyi di balik keluguan..
Sebuah kisah tercipta menyentuh semua yang bukan miliknya,
Hatinya.. Pikirannya.. Jiwanya..
Tersilap dalam sebuah mimpi, ia dikenang oleh belahan hatinya..
Kekasih kucipta saat kekasih bukan milikku..
Namun jika dirinya memang bukan milikku, mengapa ia hadir dalam hidupku?
Sejuta tanya dan ragu bercampur di dalam wahana cinta yang ia terbangkan untukku..
Mataku tak berani berkedip sedikit pun, karena kutahu air mataku akan mengalir…
Dan isak tangisku tak rela memperlihatkan dirinya pada kekasih…
Aku malu mengumbar semua jujurku pada hati yang melayang pergi menjauhiku..
Hidupku bagaikan batu-batuan di angkasa yang diam tak bergerak,
Dihantam gravitasi, menunggu orang asing mengambil dan membawaku pulang..
Aku ingin berguling bebas, dihembus angin, mengalir terbawa air..
Namun aku kini pilu, seorang diri dan entah bagaimana,
Aku terpuruk dalam segala kekecewaan, kesedihan dan kehilangan..
Aku tak mampu menghadapi kenyataan bahwa ku tanpanya,
Kenyataan yang terbungkus dalam sebuah keajaiban,
bersembunyi di balik keluguan:
Sang Kekasih, harapan, mimpi dan fantasiku..
Sebuah kisah tercipta menyentuh semua yang bukan miliknya,
Hatinya.. Pikirannya.. Jiwanya..
Tersilap dalam sebuah mimpi, ia dikenang oleh belahan hatinya..
Kekasih kucipta saat kekasih bukan milikku..
Namun jika dirinya memang bukan milikku, mengapa ia hadir dalam hidupku?
Sejuta tanya dan ragu bercampur di dalam wahana cinta yang ia terbangkan untukku..
Mataku tak berani berkedip sedikit pun, karena kutahu air mataku akan mengalir…
Dan isak tangisku tak rela memperlihatkan dirinya pada kekasih…
Aku malu mengumbar semua jujurku pada hati yang melayang pergi menjauhiku..
Hidupku bagaikan batu-batuan di angkasa yang diam tak bergerak,
Dihantam gravitasi, menunggu orang asing mengambil dan membawaku pulang..
Aku ingin berguling bebas, dihembus angin, mengalir terbawa air..
Namun aku kini pilu, seorang diri dan entah bagaimana,
Aku terpuruk dalam segala kekecewaan, kesedihan dan kehilangan..
Aku tak mampu menghadapi kenyataan bahwa ku tanpanya,
Kenyataan yang terbungkus dalam sebuah keajaiban,
bersembunyi di balik keluguan:
Sang Kekasih, harapan, mimpi dan fantasiku..
Jun 8, 2009
Bisikan hati seorang diri
Di saat semua berhenti, seakan seluruh dunia menatapmu,
menunggu, "apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Berdirilah, tegakkan kepalamu dan tersenyumlah saat itu juga,
dan yakinkan mereka bahwa kau akan baik-baik saja,
meskipun sulit, meskipun sakit..
Sesaat saja, rasakan kenikmatan sebuah momentum,
Kebanggan dan syukur atas diri yang berani bangun dari keterpurukan,
Suatu keberanian yang tersirat di balik satu keheningan dan kepasrahan
Matamu memancarkan keyakinan, memudahkan semua jalan yang sulit,
Sebuah anugerah untuk satu insan yang dibalut luka dan kesakitan di masa lalu
Satu penghargaan atas suatu perjuangan menjalani hidup, mensyukuri indahnya
dan menaklukan pedihnya
Menangislah bila kau harus menangis
rasakan tetesan haru di pipi dan wajahmu
Jangan sia-siakan air matamu untuk kehampaan
Tujukan kepada mereka yang mencintaimu,
sebagai sebuah bukti maya syukurmu, atas pemberian "mereka" dalam hidupmu,
hadiah abadi yang Kuasa untukmu yang tercinta..
"Kau ada untuk mereka, dan mereka untukmu.."
haru bangga mereka akan selalu besertamu, menyertaimu dalam kekuatan ilahi,
menemanimu melewati semua sakit perjalananmu
Sadari dan imani...
Pejamkan matamu dan rasakan semua,
lepaskan dirimu, semua penat dan semua kesenduanmu,
biarkan mereka mengalir dalam dirimu dengan bebas,
relakan dirimu untuk suatu hikmah,
untuk apa yang tidak terjawab, tidak terjelaskan dan tidak kau mengerti
Percayalah, diri..
Kau temukan sesuatu yang indah,
Satu yang luar biasa, yang akan membuatmu tersenyum, seumur sisa hidupmu
Sesuatu yang sempurna, diakhir perjalananmu..
Bangkitlah, saat ini juga, jangan menunda, jangan berdiam, berjalanlah, berlarilah..
Berjuanglah, berkeyakinanlah!
Kau pasti bisa lewati,
Masa penuh peluh dan pengorbanan..
Satu masa saja!
Saat dirimu melewati semua yang tidak mungkin dengan segala cara yang mungkin..
Untuk seluruh hidupmu, hidup mereka dan hidup kita..
Satu masa, untuk selamanya..
Satu masa,
yang akan kau ingat selamanya dalam satu kenangan..
Satu masa,
di mana seorang manusia menjadi utuh dan sempurna di kemudian hari..
Hari ini, saat ini.
Satu masa.
menunggu, "apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Berdirilah, tegakkan kepalamu dan tersenyumlah saat itu juga,
dan yakinkan mereka bahwa kau akan baik-baik saja,
meskipun sulit, meskipun sakit..
Sesaat saja, rasakan kenikmatan sebuah momentum,
Kebanggan dan syukur atas diri yang berani bangun dari keterpurukan,
Suatu keberanian yang tersirat di balik satu keheningan dan kepasrahan
Matamu memancarkan keyakinan, memudahkan semua jalan yang sulit,
Sebuah anugerah untuk satu insan yang dibalut luka dan kesakitan di masa lalu
Satu penghargaan atas suatu perjuangan menjalani hidup, mensyukuri indahnya
dan menaklukan pedihnya
Menangislah bila kau harus menangis
rasakan tetesan haru di pipi dan wajahmu
Jangan sia-siakan air matamu untuk kehampaan
Tujukan kepada mereka yang mencintaimu,
sebagai sebuah bukti maya syukurmu, atas pemberian "mereka" dalam hidupmu,
hadiah abadi yang Kuasa untukmu yang tercinta..
"Kau ada untuk mereka, dan mereka untukmu.."
haru bangga mereka akan selalu besertamu, menyertaimu dalam kekuatan ilahi,
menemanimu melewati semua sakit perjalananmu
Sadari dan imani...
Pejamkan matamu dan rasakan semua,
lepaskan dirimu, semua penat dan semua kesenduanmu,
biarkan mereka mengalir dalam dirimu dengan bebas,
relakan dirimu untuk suatu hikmah,
untuk apa yang tidak terjawab, tidak terjelaskan dan tidak kau mengerti
Percayalah, diri..
Kau temukan sesuatu yang indah,
Satu yang luar biasa, yang akan membuatmu tersenyum, seumur sisa hidupmu
Sesuatu yang sempurna, diakhir perjalananmu..
Bangkitlah, saat ini juga, jangan menunda, jangan berdiam, berjalanlah, berlarilah..
Berjuanglah, berkeyakinanlah!
Kau pasti bisa lewati,
Masa penuh peluh dan pengorbanan..
Satu masa saja!
Saat dirimu melewati semua yang tidak mungkin dengan segala cara yang mungkin..
Untuk seluruh hidupmu, hidup mereka dan hidup kita..
Satu masa, untuk selamanya..
Satu masa,
yang akan kau ingat selamanya dalam satu kenangan..
Satu masa,
di mana seorang manusia menjadi utuh dan sempurna di kemudian hari..
Hari ini, saat ini.
Satu masa.
Jun 2, 2009
Welcome June 2009
Begitu banyak hal yang mengejutkan dalam hidup, beberapa sama sekali tidak dapat diprediksi kedatangannya, atau diperkirakan bagaimana menyelesaikannya atau kapan hal itu akan berhenti mengejutkan. Sebuah ciri dari kehidupan yang dinamis dan berwarna, begitu cara positif menyikapinya, sekaligus satu hiburan belaka untuk seorang diri yang mulai mencapai desperasi menghadapi dan mengalaminya.
Perlahan mungkin refleks akan membawa kita menuju masa-masa yang gwe sebut bangun dari jatuh. Tapi, memang gampang ya? Yeah, kenyataannya sih benar-benar viel arbeit, much to do sampai-sampai urut-urutannya bernatakan, dan semua tidak sesuai rencana, yang menuju pada bangun tidak pada waktunya, atau ekstremnya: belum bangun pada saatnya. Dan itu sangat mengerikan.
Banyak hal di dalam hidup gwe, dimana tuntutan untuk tetap fit, fired up dan fresh dibutuhkan tidak pada saat kondisi tubuh dan jiwa ada pada level itu. Contoh mudah? Ujian.
Banyak yang bilang, yang penting prosesnya, yang penting sudah berusaha, yang penting, inti dari suatu pendidikan adalah menimba ilmunya, bukan hasil finalnya. Tapi, coba deh sedikit melek dan mulai melihat realita kembali. hasil akhir itu memang nyata-nyatanya jelas dibutuhkan, dan hasil akhir itu menyimpulkan seluruh perjuangan kerja keras belajar, yang pada akhirnya sang dosen hanya akan tahu lulus atau tidak lulus, tanpa tahu kita sudah lembur bermalam-malam, mengulang, berlatih dan belajar+kerja rodi. Tidak gwe pungkiri, gwe merindukan masa-masa otak gwe begitu fit dan jernih sehingga tanpa harus dimaksimalkan, gwe bisa mencapai tingkatan hasil yang layak dan gwe inginkan. Well, it happened a few years ago. Tapi pertanyaan yang melintas saat ini adalah, apakah memang otak gwe yang mengalami penurunan performa, atau memang medan perangnya yang mengalami peningkatan difficulty, dan gwe masih kekeuh berpegang pada prinsip dan pola belajar yang lama, di saat semuanya cocok atau tepatnya cukup dilakukan dengan cara itu, di saat semuanya masih mudah atau bahkan terlalu mudah untuk gwe? Dan ironisnya, di saat gwe membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan abstark gwe, gwe malah terlalu sibuk kejar tayang mengejar ujian berikutnya. Di mana di tengah-tengahnya terselip aktifitas lucu "berusaha bangun dari jatuh" itu tadi.
gwe bukan orang yang mudah bangkit dari jatuh, seperti halnya membalikkan telapak tangan. gwe manusia biasa seperti individu-individu lainnya yang hidup dengan masalahnya masing-masing.Gak bohong, itu SULIT! Berusaha menerima sesuatu yang tidak bisa diterima? Wow, it is too much. or am i not "giving" to much for it?
Anyway, sedikit share gak penting..
2009, berawal untuk gwe dengan sebuah ramalan tentang begitu tahun ini menjadi jangkar tahun-tahun mendatang, dengan banyak kesempatan, pembaharuan dan hasil-hasil vital yang menjadi batu loncatan untuk loncatan berikutnya. Well, sama sekali tidak salah. Tapi gak berarti gwe lalu leha-leha nyantai dan menerima semua karena gwe tahu ramalan berkata demikian. I'm not that superstitious, yet, I'm still very realistic.
terlepas dari ramalan itu, generally..
Buat gwe, logisnya, pasti gak akan ada hasilnya, meskipun memang takdir berkata A tapi gwe berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa untuk mencapainya. Sama juga dengan pepatah, "Rezeki di tangan Tuhan". Yah, benar itu sodara-sodara! Rezeki, religiusnya adalah berkat anugerah, tapi kalau kita tidak berusaha? Mau dapet apa? mau makan apa? mau terberkati bagaimana lewat rezeki? Semua hal yang religius pun gwe yakini ada cara penanganannya di dalam realita yang melibatkan rasio dan perasaan yang seimbang.
Anyway, Kalau mau tahu, sejujurnya, tanpa gengsi ngomong dan basa basi..
Saat ini, gwe merasa terpojok dalam ruangan gelap, dan gwe masih takut untuk melangkah, bergegas bangun dan berlari, mulai mencari jalan keluar dari tempat yang tidak nyaman itu. Well, terdengar lemah dan gak berdaya, tapi memang, mungkin itu yang jujur gwe rasakan, meskipun masih dalam kapasitas gwe..
Beberapa hal memang sedikit banyak gwe lakukan, merenovasi ulang badan gwe secara fisik dan non fisik, melakukan semua kembali dengan cara yang benar, merevisi pola-pola yang berantakan dan berharap mendapatkan hasil maksimal dari perubahan itu. The point is, when i start to do everything correctly, It will bring me all the correct things in my life. Coz, nothing would go wrong if i did every single thing right
Tapi, kenapa ya, rasanya masih saja ada yang kurang, di saat gwe mulai melakukan hal yang salah menjadi benar lagi. Rasanya, speed gwe kurang dan gwe takut gwe tidak bangun pada saatnya. gwe berharap orang tua dan adik-adik gwe ada di sini. Tapi? Yah, itu fantasi yang baru (insya Allah) akan terwujud tahun depan. Mungkin kehidupan ini sedang menuntut kemandirian gwe, bukan hanya dalam hal merapihkan tempat tidur dan makan teratur, melainkan kemandirian secara emosi. Sendiri, sebatang kara, jauh dari yang tercinta, seharusnya tidak membuat gwe tumbang ketika dicolek sedikit. Mungkin itu maksudnya. Semoga gwe gak salah kaprah.
Sebulan waktu yang gwe punya sebelum gwe dihadapkan lagi dengan kertas ujian. Kali ini, ujian terpenting dalam hidup gwe sejauh ini. Ujian yang menentukan hidup dan mati gwe. Dan jauh di dalam hati yang terdalam, gwe yakin gwe bisa! Gwe mampu dan akan menghasilkan hasil final yang layak dan memuaskan. Tinggal sekarang, gimana caranya gwe mempertahankan persepsi itu, Trotz aller was..
Sedikit usaha dan effort lebih, Belajar, berbuat, berdoa, Kerja keras..
Niscaya! sudah seyogyanya manusia itu lulus ujian, lha hakekatnya sekolah memang lulus kok!! Seharusnya gak sulit mengikuti apa yang menjadi pandangan dan konsekuensi logis umum itu. Tinggal menjalani, melewati, tahan seikit sakit dan berani menghadapi realita, sekejam, sepahit, semenantang apapun itu. Niscaya.. niscaya..niscaya.. amin!
Perlahan mungkin refleks akan membawa kita menuju masa-masa yang gwe sebut bangun dari jatuh. Tapi, memang gampang ya? Yeah, kenyataannya sih benar-benar viel arbeit, much to do sampai-sampai urut-urutannya bernatakan, dan semua tidak sesuai rencana, yang menuju pada bangun tidak pada waktunya, atau ekstremnya: belum bangun pada saatnya. Dan itu sangat mengerikan.
Banyak hal di dalam hidup gwe, dimana tuntutan untuk tetap fit, fired up dan fresh dibutuhkan tidak pada saat kondisi tubuh dan jiwa ada pada level itu. Contoh mudah? Ujian.
Banyak yang bilang, yang penting prosesnya, yang penting sudah berusaha, yang penting, inti dari suatu pendidikan adalah menimba ilmunya, bukan hasil finalnya. Tapi, coba deh sedikit melek dan mulai melihat realita kembali. hasil akhir itu memang nyata-nyatanya jelas dibutuhkan, dan hasil akhir itu menyimpulkan seluruh perjuangan kerja keras belajar, yang pada akhirnya sang dosen hanya akan tahu lulus atau tidak lulus, tanpa tahu kita sudah lembur bermalam-malam, mengulang, berlatih dan belajar+kerja rodi. Tidak gwe pungkiri, gwe merindukan masa-masa otak gwe begitu fit dan jernih sehingga tanpa harus dimaksimalkan, gwe bisa mencapai tingkatan hasil yang layak dan gwe inginkan. Well, it happened a few years ago. Tapi pertanyaan yang melintas saat ini adalah, apakah memang otak gwe yang mengalami penurunan performa, atau memang medan perangnya yang mengalami peningkatan difficulty, dan gwe masih kekeuh berpegang pada prinsip dan pola belajar yang lama, di saat semuanya cocok atau tepatnya cukup dilakukan dengan cara itu, di saat semuanya masih mudah atau bahkan terlalu mudah untuk gwe? Dan ironisnya, di saat gwe membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan abstark gwe, gwe malah terlalu sibuk kejar tayang mengejar ujian berikutnya. Di mana di tengah-tengahnya terselip aktifitas lucu "berusaha bangun dari jatuh" itu tadi.
gwe bukan orang yang mudah bangkit dari jatuh, seperti halnya membalikkan telapak tangan. gwe manusia biasa seperti individu-individu lainnya yang hidup dengan masalahnya masing-masing.Gak bohong, itu SULIT! Berusaha menerima sesuatu yang tidak bisa diterima? Wow, it is too much. or am i not "giving" to much for it?
Anyway, sedikit share gak penting..
2009, berawal untuk gwe dengan sebuah ramalan tentang begitu tahun ini menjadi jangkar tahun-tahun mendatang, dengan banyak kesempatan, pembaharuan dan hasil-hasil vital yang menjadi batu loncatan untuk loncatan berikutnya. Well, sama sekali tidak salah. Tapi gak berarti gwe lalu leha-leha nyantai dan menerima semua karena gwe tahu ramalan berkata demikian. I'm not that superstitious, yet, I'm still very realistic.
terlepas dari ramalan itu, generally..
Buat gwe, logisnya, pasti gak akan ada hasilnya, meskipun memang takdir berkata A tapi gwe berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa untuk mencapainya. Sama juga dengan pepatah, "Rezeki di tangan Tuhan". Yah, benar itu sodara-sodara! Rezeki, religiusnya adalah berkat anugerah, tapi kalau kita tidak berusaha? Mau dapet apa? mau makan apa? mau terberkati bagaimana lewat rezeki? Semua hal yang religius pun gwe yakini ada cara penanganannya di dalam realita yang melibatkan rasio dan perasaan yang seimbang.
Anyway, Kalau mau tahu, sejujurnya, tanpa gengsi ngomong dan basa basi..
Saat ini, gwe merasa terpojok dalam ruangan gelap, dan gwe masih takut untuk melangkah, bergegas bangun dan berlari, mulai mencari jalan keluar dari tempat yang tidak nyaman itu. Well, terdengar lemah dan gak berdaya, tapi memang, mungkin itu yang jujur gwe rasakan, meskipun masih dalam kapasitas gwe..
Beberapa hal memang sedikit banyak gwe lakukan, merenovasi ulang badan gwe secara fisik dan non fisik, melakukan semua kembali dengan cara yang benar, merevisi pola-pola yang berantakan dan berharap mendapatkan hasil maksimal dari perubahan itu. The point is, when i start to do everything correctly, It will bring me all the correct things in my life. Coz, nothing would go wrong if i did every single thing right
Tapi, kenapa ya, rasanya masih saja ada yang kurang, di saat gwe mulai melakukan hal yang salah menjadi benar lagi. Rasanya, speed gwe kurang dan gwe takut gwe tidak bangun pada saatnya. gwe berharap orang tua dan adik-adik gwe ada di sini. Tapi? Yah, itu fantasi yang baru (insya Allah) akan terwujud tahun depan. Mungkin kehidupan ini sedang menuntut kemandirian gwe, bukan hanya dalam hal merapihkan tempat tidur dan makan teratur, melainkan kemandirian secara emosi. Sendiri, sebatang kara, jauh dari yang tercinta, seharusnya tidak membuat gwe tumbang ketika dicolek sedikit. Mungkin itu maksudnya. Semoga gwe gak salah kaprah.
Sebulan waktu yang gwe punya sebelum gwe dihadapkan lagi dengan kertas ujian. Kali ini, ujian terpenting dalam hidup gwe sejauh ini. Ujian yang menentukan hidup dan mati gwe. Dan jauh di dalam hati yang terdalam, gwe yakin gwe bisa! Gwe mampu dan akan menghasilkan hasil final yang layak dan memuaskan. Tinggal sekarang, gimana caranya gwe mempertahankan persepsi itu, Trotz aller was..
Sedikit usaha dan effort lebih, Belajar, berbuat, berdoa, Kerja keras..
Niscaya! sudah seyogyanya manusia itu lulus ujian, lha hakekatnya sekolah memang lulus kok!! Seharusnya gak sulit mengikuti apa yang menjadi pandangan dan konsekuensi logis umum itu. Tinggal menjalani, melewati, tahan seikit sakit dan berani menghadapi realita, sekejam, sepahit, semenantang apapun itu. Niscaya.. niscaya..niscaya.. amin!
Posted in:
Abstract,
Curhat,
melancholic,
Sharing
May 27, 2009
Ujian: Why.. oh why..
Lalu apa yang harus diharapan lagi kalau semua sudah dilakukan?
Yeah, pertanyaan dengan sedikit tendency menghibur diri itu terus gwe ucapkan, menyusul kejadian-kejadian unik dalam hari-hari gwe belakangan. Khususnya dalam hal uji-menguji-ujian (alah)..
Gwe yakin betul kalau setiap manusia memiliki kapasitas otak di kepala masing-masing untuk menyerap materi, yang cukup luas, yang akan seyogyanya bersinergi dengan kemampuan intelektual yang didukung pengasahan otak secara berkala. gak tanggung-tanggung ya, mempersiapkan ujian minggu lalu, gwe rela lembur setiap malem nongkrong di cafetaria untuk belajar. mengorbankan seluruh kenikmatan duniawi yang disajikan TV, Internet, Mininova+Torrent, kulkas, kasur dan teman-temannya. Sampai-sampai, kadang kalo bolos gak belajar semalem, badan gwe rasanya pegel-pegel, hahaha, gak lah.
Anyway, ujian berlalu, banyak yang tidak gwe duga-duga, berikut hasil yang mau gak mau, terima gak terima menyimpulkan hasil perjuangan gwe. Straight to the point aja, beberapa ujian yang sehari sebelumnya gwe dengan confidence maju dan sangat yakin akan sukses,berakhir malapetaka, dari hasil yang sangat tidak memuaskan sampai gak lulus!
Maksudnya apa sih?
Gak semudah itu ya? mengikuti skema pada umumnya: belajar, berusaha, ujian, dapet nilai bagus??
Gwe belom pernah loh seumur hidup gwe belajar sekeras ini, dan akhirnya tidak meraih hasil maksimal.. Kecewa, sedih, desperate, frustrasi apapun lah, rasanya gak bisa gwe tahan-tahan lagi, gak bisa gwe membohongi perasaan gwe dan kekecewaan gwe, juga apa atau siapa yang harus gwe salahkan! memang dunia belum berakhir, masih ada FSP bulan depan, kesempatan terakhir gwe memperbaiki keadaan kehidupan dan kejayaan dalam hal uji-menguji ini. Dan rasanya memang, hmm.. berdiam diri dan berlarut dalam kekecewaan tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik. lalu apa yang harus gwe lakukan sekarang? sejujurnyya gwe juga gak tahu.
Lalu apa yang harus diharapan lagi kalau semua sudah dilakukan?
Well back to the top... gwe juga gak tau.. gwe cuma merasa pasti akan ada pencerahan di akhir semua perjuangan gwe. Masalahnya, gwe diburu waktu dan target.
Yah what the hell.. Kalo gak begitu, gak akan berwarna hidup gwe.. Klise tapi memang bener sih..
Yeah, pertanyaan dengan sedikit tendency menghibur diri itu terus gwe ucapkan, menyusul kejadian-kejadian unik dalam hari-hari gwe belakangan. Khususnya dalam hal uji-menguji-ujian (alah)..
Gwe yakin betul kalau setiap manusia memiliki kapasitas otak di kepala masing-masing untuk menyerap materi, yang cukup luas, yang akan seyogyanya bersinergi dengan kemampuan intelektual yang didukung pengasahan otak secara berkala. gak tanggung-tanggung ya, mempersiapkan ujian minggu lalu, gwe rela lembur setiap malem nongkrong di cafetaria untuk belajar. mengorbankan seluruh kenikmatan duniawi yang disajikan TV, Internet, Mininova+Torrent, kulkas, kasur dan teman-temannya. Sampai-sampai, kadang kalo bolos gak belajar semalem, badan gwe rasanya pegel-pegel, hahaha, gak lah.
Anyway, ujian berlalu, banyak yang tidak gwe duga-duga, berikut hasil yang mau gak mau, terima gak terima menyimpulkan hasil perjuangan gwe. Straight to the point aja, beberapa ujian yang sehari sebelumnya gwe dengan confidence maju dan sangat yakin akan sukses,berakhir malapetaka, dari hasil yang sangat tidak memuaskan sampai gak lulus!
Maksudnya apa sih?
Gak semudah itu ya? mengikuti skema pada umumnya: belajar, berusaha, ujian, dapet nilai bagus??
Gwe belom pernah loh seumur hidup gwe belajar sekeras ini, dan akhirnya tidak meraih hasil maksimal.. Kecewa, sedih, desperate, frustrasi apapun lah, rasanya gak bisa gwe tahan-tahan lagi, gak bisa gwe membohongi perasaan gwe dan kekecewaan gwe, juga apa atau siapa yang harus gwe salahkan! memang dunia belum berakhir, masih ada FSP bulan depan, kesempatan terakhir gwe memperbaiki keadaan kehidupan dan kejayaan dalam hal uji-menguji ini. Dan rasanya memang, hmm.. berdiam diri dan berlarut dalam kekecewaan tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik. lalu apa yang harus gwe lakukan sekarang? sejujurnyya gwe juga gak tahu.
Lalu apa yang harus diharapan lagi kalau semua sudah dilakukan?
Well back to the top... gwe juga gak tau.. gwe cuma merasa pasti akan ada pencerahan di akhir semua perjuangan gwe. Masalahnya, gwe diburu waktu dan target.
Yah what the hell.. Kalo gak begitu, gak akan berwarna hidup gwe.. Klise tapi memang bener sih..
May 9, 2009
Haru Biru di Pagi 9 Mei
Jauh dari orang-orang yang dicintainya rindu dan kangen. Ingin rasanya ia pulang hanya untuk beberapa jam, menghabiskan waktu bersama mama, bapak, dan ketiga adik kecilnya, meniup lilin di hari ulang tahunnya, merasakan hangatnya pelukan mereka sambil mendengarkan adik kecilnya mengatakan "selamat ulang tahun" dalam bahasa bayi.
Bayangan itu, menyelimutinya berhari-hari, seakan tidak percaya mereka tidak akan ada di sisinya saat ia melewati hari lahirnya yang ke-20. Kenyataan hidup, yang harus ia lewati dan jalani, sementara mungkin, bocah-bocah seusianya masih bisa mengalami yang ia impikan hari ini di hari ulang tahunnya. Kekuatan yang datang dalam bentuk kesakitan yang abstrak dan tidak terjelaskan: kangen rumah, kangen mama, kangen bapak, kangen pulang. Learn the hard way, is always the perfect lesson.
***
Kira-kira dua puluh tahun yang lalu, Tuhan memberikan dua orang yang paling ia sayang di dunia ini sebuah kesempatan menjadi sepasang Bapak dan Mama, (begitu mereka dipanggil oleh juniornya saat ini) masuk ke dalam satu fase baru dalam hidup mereka, mengemban mandat meneruskan keindahan yang Tuhan ciptakan dan rahmatkan kepada manusia. Hari itu, seorang bocah pitik- jabang bayi diberi privilege menghirup udara segar dunia, merasakan cinta di dunia, melihat, mendengar, merasa dan akhirnya berpikir tentang semua hal yang ada di dunia yang akan menjadi tempat tinggal seumur hidupnya.
Sebuah kisah sederhana, semua orang pun mengalami hal yang sama. Mungkin, setiap detik siklus manusia terjadi, setiap seorang bayi mungil dilahirkan dalam waktu bersamaan seorang lansia menutup hari-harinya di dunia dan kembali kepada Sang Pencipta. Namun terlepas dari semua hal umum di dunia, siklus hidup manusia, kelahiran-kematian, kehidupan, 20 tahun silam di Bandung, adalah hari-hari yang akan selalu ia kenang sebagai sebuah peristiwa sakral dan mengharukan,juga bagi dua manusia yang begitu dianugerahi hari itu, meskipun tidak ada satu pun detil pada hari itu yang ia ingat.
Pada hari itu, kira-kira 20 tahun silam seorang Risang Seno Sidik, begitu mama, bapak dan mbah kakung menamainya, dilahirkan ke dunia.
Seorang knabe kecil yang membuat orang-orang yang pada saat ia lahir tersenyum, tertawa, menangis dan dengan bangga menyebutnya "anakku, cucuku, ponakanku, sepupuku..".
Sesaat lagi, seiring waktu berjalan dan dunia yang tidak berhenti berputar dengan sangat dinamis, keluguan itu akan berubah menjadi kematangan dan kedewasaan, dan segala mumbling dan tawa lucunya akan bertransformasi menjadi kata-kata yang menuangkan sebuah pemikiran, seperi halnya orang-orang dewasa berbicara yang ia lihat dan ia kagumi pada masa kecilnya.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, tepatnya 10 Mei 2009, pk.07.10, genaplah 20 tahun perjalanan hidupnya di dunia, penuh dengan tawa tangis, senang sedih, rintangan dan halangan, kesuksesan kegagalan, begitu dinamis dan unik, Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk tersenyum di satu hari sebelum ulang tahunnya. Si kecil yang lucu itu telah berubah menjadi seorang manusia dewasa dengan segala kemandiriannya dalam berpikir, berbuat dan merasa. Si bujang kecil itu akan menjadi seorang pria entah pada akhirnya ia siap atau tidak. Manusia itu, melanjutkan usianya, berkomitmen pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, menjadikan dirinya bermanfaat untuk orang lain dan menjadikan dunia ini tempat yang (sedikit)lebih baik untuk semuanya. begitulah, mimpi seorang bocah kecil yang kini beranjak dewasa.
I hope you will, you will be mature, in your maturity.
dedicated with love to:
"Mama, Bapak, Dhimas, Igor, Giri, Mbah Kakung, Mbah Uti, Mbak Ula, Vara, Nada, Mbak Deta. I love you"
Bayangan itu, menyelimutinya berhari-hari, seakan tidak percaya mereka tidak akan ada di sisinya saat ia melewati hari lahirnya yang ke-20. Kenyataan hidup, yang harus ia lewati dan jalani, sementara mungkin, bocah-bocah seusianya masih bisa mengalami yang ia impikan hari ini di hari ulang tahunnya. Kekuatan yang datang dalam bentuk kesakitan yang abstrak dan tidak terjelaskan: kangen rumah, kangen mama, kangen bapak, kangen pulang. Learn the hard way, is always the perfect lesson.
***
Kira-kira dua puluh tahun yang lalu, Tuhan memberikan dua orang yang paling ia sayang di dunia ini sebuah kesempatan menjadi sepasang Bapak dan Mama, (begitu mereka dipanggil oleh juniornya saat ini) masuk ke dalam satu fase baru dalam hidup mereka, mengemban mandat meneruskan keindahan yang Tuhan ciptakan dan rahmatkan kepada manusia. Hari itu, seorang bocah pitik- jabang bayi diberi privilege menghirup udara segar dunia, merasakan cinta di dunia, melihat, mendengar, merasa dan akhirnya berpikir tentang semua hal yang ada di dunia yang akan menjadi tempat tinggal seumur hidupnya.
Sebuah kisah sederhana, semua orang pun mengalami hal yang sama. Mungkin, setiap detik siklus manusia terjadi, setiap seorang bayi mungil dilahirkan dalam waktu bersamaan seorang lansia menutup hari-harinya di dunia dan kembali kepada Sang Pencipta. Namun terlepas dari semua hal umum di dunia, siklus hidup manusia, kelahiran-kematian, kehidupan, 20 tahun silam di Bandung, adalah hari-hari yang akan selalu ia kenang sebagai sebuah peristiwa sakral dan mengharukan,juga bagi dua manusia yang begitu dianugerahi hari itu, meskipun tidak ada satu pun detil pada hari itu yang ia ingat.
Pada hari itu, kira-kira 20 tahun silam seorang Risang Seno Sidik, begitu mama, bapak dan mbah kakung menamainya, dilahirkan ke dunia.
Seorang knabe kecil yang membuat orang-orang yang pada saat ia lahir tersenyum, tertawa, menangis dan dengan bangga menyebutnya "anakku, cucuku, ponakanku, sepupuku..".
Sesaat lagi, seiring waktu berjalan dan dunia yang tidak berhenti berputar dengan sangat dinamis, keluguan itu akan berubah menjadi kematangan dan kedewasaan, dan segala mumbling dan tawa lucunya akan bertransformasi menjadi kata-kata yang menuangkan sebuah pemikiran, seperi halnya orang-orang dewasa berbicara yang ia lihat dan ia kagumi pada masa kecilnya.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, tepatnya 10 Mei 2009, pk.07.10, genaplah 20 tahun perjalanan hidupnya di dunia, penuh dengan tawa tangis, senang sedih, rintangan dan halangan, kesuksesan kegagalan, begitu dinamis dan unik, Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk tersenyum di satu hari sebelum ulang tahunnya. Si kecil yang lucu itu telah berubah menjadi seorang manusia dewasa dengan segala kemandiriannya dalam berpikir, berbuat dan merasa. Si bujang kecil itu akan menjadi seorang pria entah pada akhirnya ia siap atau tidak. Manusia itu, melanjutkan usianya, berkomitmen pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, menjadikan dirinya bermanfaat untuk orang lain dan menjadikan dunia ini tempat yang (sedikit)lebih baik untuk semuanya. begitulah, mimpi seorang bocah kecil yang kini beranjak dewasa.
I hope you will, you will be mature, in your maturity.
dedicated with love to:
"Mama, Bapak, Dhimas, Igor, Giri, Mbah Kakung, Mbah Uti, Mbak Ula, Vara, Nada, Mbak Deta. I love you"
Apr 23, 2009
"Absurd"lutely Dictionary
When I said It's funny, doesn't mean I'm not serious about it,
When I said I'm okay, doesn't mean that I'm truly okay about that,
When I said I'm not into you, doesn't mean that i'm not in love with you,
When I said I never miss you, doesn't mean that I never think about you,
When I said that you're the so average type, doesn't mean that I don't adore you,
When I said that It's better off without you, doesn't mean that I'm gon'na forget you..
When I said "fine!", doesn't mean that I wan'na end our conversation..
When I said "whatever", doesn't mean I don't care about you..
When I said "I don't care", doesn't mean that I don't give a shit about it,
When I said what i said, i never really meant what I mean,
Don't ask why, what I barely can explain.
It's just so you know some words on my dictionary
When I said I'm okay, doesn't mean that I'm truly okay about that,
When I said I'm not into you, doesn't mean that i'm not in love with you,
When I said I never miss you, doesn't mean that I never think about you,
When I said that you're the so average type, doesn't mean that I don't adore you,
When I said that It's better off without you, doesn't mean that I'm gon'na forget you..
When I said "fine!", doesn't mean that I wan'na end our conversation..
When I said "whatever", doesn't mean I don't care about you..
When I said "I don't care", doesn't mean that I don't give a shit about it,
When I said what i said, i never really meant what I mean,
Don't ask why, what I barely can explain.
It's just so you know some words on my dictionary
Apr 16, 2009
A-B-S-T-R-A-K
Seberapa jauh kemampuan membedakan realita, mimp dan fantasi gwe? Sampai sekarang gwe masih meragukannya. Agaknya, gwe juga sudah menjadi orang yang mulai sesuka gwe dalam berpikir, bertindak dan merasa, dan menghiraukan semua pola umum manusia "pada umumnya" berpikir, bertindak dan merasa. "Kenapa juga harus begitu, kalau ternyata ada cara lain untuk menjalaninya?". Radikal? Atau gila kah gwe?
Anyway,
Beberapa hari ini, gwe merasa cukup lega dan terpenuhi secara rohani semenjak sampah-sampah pikiran dari kepala gwe keluar lewat curhat instant via telepon, face to face, chatting, atau bahkan ngomong sendiri. Sedang banyak orang yang punya waktu dan beruntungnya gwe, mereka menyisihkan waktunya untuk gwe juga. Apa jadinya gwe tanpa kalian? Lama-lama isi kepala gwe akan semakin penuh dan meledak seketika pada saat yang tidak diinginkan. maklum, luka batin agaknya masih tersisa dan masih sibuk gwe ganti perban setiap hari!
Namun demikian, kadang gwe merasa, semua yang ada di pikiran gwe dan bahkan gwe lontarkan saat gwe curhat ke orang lain adalah hal-hal abstrak tentang kehidupan yang gwe sendiri gak ngerti gimana-gimana nya. Mimpikah? fantasikah? Realitakah? Abstrak? yeap! itu aja yang gwe tahu.. Selebihnya, gwe gak bisa membedakan apa genre omongan gwe..
Specially last night.
I talked with someone on the phone. For me it was really interesting, yet entertaining. It was so great that we don't realize in the end, we both fell asleep in the middle of the conversation. On the curhat-sesion, i felt like we both talked about something out of our league, about life, the mechanism, etc. I imagine our conversation again in the morning, and it really looked like two years old talking, discussing, debating about the right way to drive a car. Hahahah! It's been a while here since i had this kind of brain storming.
Well, anyway, anyhow.. i dunno, is there really something wrong with my head? Or is it just another phase of life with the tendencies to talk about something i don't really understand? or is it normally normal? Or what?
Mungkin memang lagi masanya gwe berpikir dua tiga langkah lebih maju daripada umum, bahkan pada saat gwe belum layak untuk berada dalam level pembicaraan itu. Seperti hari ini gwe masuk kelas anak FH Coburg semester 6! Nah, itu benar-benar mengingatkan gwe pada pembicaraan semalam. Gwe cuma bengong gak ngerti professor itu ngomongin apa sementara seisi ruangan mengangguk-angguk seakan keingintahuannya terpenuhi. Dan gwe, (ingin) mengasumsikan gwe mengerti dengan basic gwe yang masih sangat dasar dan berusaha memeras otak gwe dan mengatakan bahwa gwe pasti bisa ngerti. Not necessary, it is..
Tapi, somehow gwe gak ngrasa ada satu kesimpulan yang terbentuk setelah gwe berpikir atau bicara soal pemikiran gwe yang abstrak itu. Kesimpulan yang bisa membuat gwe tahu apa yang harus gwe lakukan selanjutnya. Entah mimpi, fantasi gwe atau bahkan sebenarnya realita yang seharusnya cepat-cepat dipikirkan tanpa mendramatisir keadaan. Yang pasti gwe sulit membedakan semuanya dan semua terbungkus rapi dalam plastik kado dengan warna abstrak nan membingungkan. Dan masih juga gwe pikirn dan bahkan dibahas sama orang lain! hahah! Apa sih mau lo, sang? xp
Sampai kapan gwe akan seperti ini?
Yah, gwe gak terlalu peduli sih, sebenarnya gwe sangat menikmati masa otak gwe brain storming dengan emosi gwe, hanya saja, dalam hati kecil gwe, ada satu kejanggalan kalo gwe menjadi seseorang yang gak seiring dengan "mereka" pada umunya. Dan apakah itu salah? Apakah bahkan berpikir demikian saja sudah salah?
We'll find out.. but not soon..
Anyway,
Beberapa hari ini, gwe merasa cukup lega dan terpenuhi secara rohani semenjak sampah-sampah pikiran dari kepala gwe keluar lewat curhat instant via telepon, face to face, chatting, atau bahkan ngomong sendiri. Sedang banyak orang yang punya waktu dan beruntungnya gwe, mereka menyisihkan waktunya untuk gwe juga. Apa jadinya gwe tanpa kalian? Lama-lama isi kepala gwe akan semakin penuh dan meledak seketika pada saat yang tidak diinginkan. maklum, luka batin agaknya masih tersisa dan masih sibuk gwe ganti perban setiap hari!
Namun demikian, kadang gwe merasa, semua yang ada di pikiran gwe dan bahkan gwe lontarkan saat gwe curhat ke orang lain adalah hal-hal abstrak tentang kehidupan yang gwe sendiri gak ngerti gimana-gimana nya. Mimpikah? fantasikah? Realitakah? Abstrak? yeap! itu aja yang gwe tahu.. Selebihnya, gwe gak bisa membedakan apa genre omongan gwe..
Specially last night.
I talked with someone on the phone. For me it was really interesting, yet entertaining. It was so great that we don't realize in the end, we both fell asleep in the middle of the conversation. On the curhat-sesion, i felt like we both talked about something out of our league, about life, the mechanism, etc. I imagine our conversation again in the morning, and it really looked like two years old talking, discussing, debating about the right way to drive a car. Hahahah! It's been a while here since i had this kind of brain storming.
Well, anyway, anyhow.. i dunno, is there really something wrong with my head? Or is it just another phase of life with the tendencies to talk about something i don't really understand? or is it normally normal? Or what?
Mungkin memang lagi masanya gwe berpikir dua tiga langkah lebih maju daripada umum, bahkan pada saat gwe belum layak untuk berada dalam level pembicaraan itu. Seperti hari ini gwe masuk kelas anak FH Coburg semester 6! Nah, itu benar-benar mengingatkan gwe pada pembicaraan semalam. Gwe cuma bengong gak ngerti professor itu ngomongin apa sementara seisi ruangan mengangguk-angguk seakan keingintahuannya terpenuhi. Dan gwe, (ingin) mengasumsikan gwe mengerti dengan basic gwe yang masih sangat dasar dan berusaha memeras otak gwe dan mengatakan bahwa gwe pasti bisa ngerti. Not necessary, it is..
Tapi, somehow gwe gak ngrasa ada satu kesimpulan yang terbentuk setelah gwe berpikir atau bicara soal pemikiran gwe yang abstrak itu. Kesimpulan yang bisa membuat gwe tahu apa yang harus gwe lakukan selanjutnya. Entah mimpi, fantasi gwe atau bahkan sebenarnya realita yang seharusnya cepat-cepat dipikirkan tanpa mendramatisir keadaan. Yang pasti gwe sulit membedakan semuanya dan semua terbungkus rapi dalam plastik kado dengan warna abstrak nan membingungkan. Dan masih juga gwe pikirn dan bahkan dibahas sama orang lain! hahah! Apa sih mau lo, sang? xp
Sampai kapan gwe akan seperti ini?
Yah, gwe gak terlalu peduli sih, sebenarnya gwe sangat menikmati masa otak gwe brain storming dengan emosi gwe, hanya saja, dalam hati kecil gwe, ada satu kejanggalan kalo gwe menjadi seseorang yang gak seiring dengan "mereka" pada umunya. Dan apakah itu salah? Apakah bahkan berpikir demikian saja sudah salah?
We'll find out.. but not soon..
Posted in:
Abstract,
Curhat,
melancholic,
Sharing
Apr 6, 2009
Gadis
Gadis, datang dengan perangai yang mengherankan
Cinta bermula dari ketiadaan yang tidak pasti
Kepasrahan dan kekesalan akan selalu bersamaku,
selama gadis tak menebarkan pesonanya padaku..
selama gadis mengurungkan dirinya untuk mengenalku..
Masa berlalu, gadis menghilang,
Kurelakan sejenak kepergiannya yang kurasa tak akan lama
Kuyakinkan diriku, gadis amat menarik
Menyembunyikan jutaan senyum yang menunggu untuk dipuji dan disanjung setiap mata yang memandangnya, setiap telinga yang mendengarnya, dan setiap hati yang memikatnya..
Kubawa dalam mimpi, kemayaan gadis yang tak tersentuh siapapun..
Kupasrahkan pada kehendak kehidupan, bila memang harus kudapatkan sebatas mimpi, aku akan siap menggantungkan wajahnya dalam hatiku,
yang akan dengan mudah kupandangi dengan senyum,
meratapi ketidak mampuanku melihatnya tersenyum untukku..
Waktu berjalan, lama kutunggu perubahan dari wajah sang gadis,
Masihkah ia ada untukku? Atau hati lain tlah memikatnya dalam satu pertemuan?
tanpa kabar darinya, kuyakin perasaannya masih kukejar, senyumannya masih kuimpikan,dan perhatiannya masih kucari…
karena, dalam sebuah kenyataan yang bagai mimpi, gadis tersenyum kepadaku dalam keanggunannya sebagai makhluk yang amat mempesona yang pernah Tuhan ciptakan..
gadis membuatku bertanya-tanya dalam kebahagiaanku..
Perasaannya mempermainkanku? Atau aku dipermainkan perasaanku?
Tutur katanya amat indah kini.. Seakan menepis semua pandanganku akan dirinya yang amat membuatku terhanyut dalam ketakjubanku yang tak mampu mendapatkannya..
Gadis berubah menjadi sesosok malaikat pembawa senyum..
Air matanya penuh pengorbanan dan kesetiaan, senyumnya berarti kepedulian yang mendalam, dan dalam diamnya tersimpan ribuan kata yang ia katakan tanpa berkata-kata..
Kata-kata yang hanya mampu ia yang mengatakan, dan mungkin baru aku yang dapat mendengarnya..
Entahlah, kehidupanku mulai berubah saat itu, misteri cinta yang tak pernah terpecahkan, sedikit demi sedikit menunjukkan jalan kepadaku untuk tak pernah tak mempercayai cinta dalam hidup manusia..
Gadis yang amat kusanjung itu perlahan membuka lembaran baru hidupku, dan mulai memasuki hidupku.. setelah kulalui perjuangan manusiawi yang amat panjang dan penuh pengorbanan..
Karena kadang kala, cinta memang berarti keindahan dalam kesetiaan, cinta berarti memiliki, cinta juga berarti mengamati, memperhatikan, mengindahkan, memuji, menyayangi, merindukan, memeluk, atau mungkin menjalani..
Tapi terlebih, cinta berarti pengorbananku, perjalanan panjangku dalam meraih sesuatu yang amat kuyakini dalam perasaanku..
Dan tampaknya kini, aku jatuh cinta… kepada sang gadis, ia, kecintaannya, dan segala tentang dirinya.. dan segala tentang perjuanganku untuknya..
Perjuangan untuk cinta..
2 Januari 2005
Cinta bermula dari ketiadaan yang tidak pasti
Kepasrahan dan kekesalan akan selalu bersamaku,
selama gadis tak menebarkan pesonanya padaku..
selama gadis mengurungkan dirinya untuk mengenalku..
Masa berlalu, gadis menghilang,
Kurelakan sejenak kepergiannya yang kurasa tak akan lama
Kuyakinkan diriku, gadis amat menarik
Menyembunyikan jutaan senyum yang menunggu untuk dipuji dan disanjung setiap mata yang memandangnya, setiap telinga yang mendengarnya, dan setiap hati yang memikatnya..
Kubawa dalam mimpi, kemayaan gadis yang tak tersentuh siapapun..
Kupasrahkan pada kehendak kehidupan, bila memang harus kudapatkan sebatas mimpi, aku akan siap menggantungkan wajahnya dalam hatiku,
yang akan dengan mudah kupandangi dengan senyum,
meratapi ketidak mampuanku melihatnya tersenyum untukku..
Waktu berjalan, lama kutunggu perubahan dari wajah sang gadis,
Masihkah ia ada untukku? Atau hati lain tlah memikatnya dalam satu pertemuan?
tanpa kabar darinya, kuyakin perasaannya masih kukejar, senyumannya masih kuimpikan,dan perhatiannya masih kucari…
karena, dalam sebuah kenyataan yang bagai mimpi, gadis tersenyum kepadaku dalam keanggunannya sebagai makhluk yang amat mempesona yang pernah Tuhan ciptakan..
gadis membuatku bertanya-tanya dalam kebahagiaanku..
Perasaannya mempermainkanku? Atau aku dipermainkan perasaanku?
Tutur katanya amat indah kini.. Seakan menepis semua pandanganku akan dirinya yang amat membuatku terhanyut dalam ketakjubanku yang tak mampu mendapatkannya..
Gadis berubah menjadi sesosok malaikat pembawa senyum..
Air matanya penuh pengorbanan dan kesetiaan, senyumnya berarti kepedulian yang mendalam, dan dalam diamnya tersimpan ribuan kata yang ia katakan tanpa berkata-kata..
Kata-kata yang hanya mampu ia yang mengatakan, dan mungkin baru aku yang dapat mendengarnya..
Entahlah, kehidupanku mulai berubah saat itu, misteri cinta yang tak pernah terpecahkan, sedikit demi sedikit menunjukkan jalan kepadaku untuk tak pernah tak mempercayai cinta dalam hidup manusia..
Gadis yang amat kusanjung itu perlahan membuka lembaran baru hidupku, dan mulai memasuki hidupku.. setelah kulalui perjuangan manusiawi yang amat panjang dan penuh pengorbanan..
Karena kadang kala, cinta memang berarti keindahan dalam kesetiaan, cinta berarti memiliki, cinta juga berarti mengamati, memperhatikan, mengindahkan, memuji, menyayangi, merindukan, memeluk, atau mungkin menjalani..
Tapi terlebih, cinta berarti pengorbananku, perjalanan panjangku dalam meraih sesuatu yang amat kuyakini dalam perasaanku..
Dan tampaknya kini, aku jatuh cinta… kepada sang gadis, ia, kecintaannya, dan segala tentang dirinya.. dan segala tentang perjuanganku untuknya..
Perjuangan untuk cinta..
2 Januari 2005
Apr 1, 2009
Arti Sebuah Nama..
Aneh bagiku tidak menemuimu selama ini..
Harapan yang selama ini membawaku terbang,
Kini tak lagi bersayap.. Dan langit seakan tak berawan..
Kehampaan beradu dengan kerinduan,
Meninggalkan wajah yang begitu mempesona,
Mendekati kesempurnaan dalam ukuran kefanaan dunia ini..
Di dalam benak yang menginginkan cerminan jiwa..
Wajah tak bernama itu begitu kuinginkan..
Memperindah, mengindahkan keindahan karya yang terindah..
Namun tak tersentuh, tak tersapa, tak ku mengerti..
Aku begitu ingin tahu..
Sepatah kata, nama..
Yang ‘kan kubawa dalam mimpi malamku..
Tapi mengapa? Haruskah tak bernama?
Menodai kesempurnaan yang telah dengan elok dilukiskan?
Entahlah.. Ia separas dengan bidadari..
Lalu apakah bidadari tak bernama?
Meninggalkan jutaan syair dari pujangga,
Yang menginginkan namamu, mencari tahu jati dirimu..
Atau mungkin, bidadari begitu cantiknya hingga tak bernama..
Huh! Kamu begitu kuinginkan,. Tapi kuyakini….
Semua akan terjawab satu saat nanti..
Tak peduli dan entah kapan..
Kuketahui arti sebuah nama..
4 Oktober 2004
"didedikasikan oleh cinta yang tertulus dari masa lalu"
Harapan yang selama ini membawaku terbang,
Kini tak lagi bersayap.. Dan langit seakan tak berawan..
Kehampaan beradu dengan kerinduan,
Meninggalkan wajah yang begitu mempesona,
Mendekati kesempurnaan dalam ukuran kefanaan dunia ini..
Di dalam benak yang menginginkan cerminan jiwa..
Wajah tak bernama itu begitu kuinginkan..
Memperindah, mengindahkan keindahan karya yang terindah..
Namun tak tersentuh, tak tersapa, tak ku mengerti..
Aku begitu ingin tahu..
Sepatah kata, nama..
Yang ‘kan kubawa dalam mimpi malamku..
Tapi mengapa? Haruskah tak bernama?
Menodai kesempurnaan yang telah dengan elok dilukiskan?
Entahlah.. Ia separas dengan bidadari..
Lalu apakah bidadari tak bernama?
Meninggalkan jutaan syair dari pujangga,
Yang menginginkan namamu, mencari tahu jati dirimu..
Atau mungkin, bidadari begitu cantiknya hingga tak bernama..
Huh! Kamu begitu kuinginkan,. Tapi kuyakini….
Semua akan terjawab satu saat nanti..
Tak peduli dan entah kapan..
Kuketahui arti sebuah nama..
4 Oktober 2004
"didedikasikan oleh cinta yang tertulus dari masa lalu"
Mar 29, 2009
Cinta yang terlarang
Cinta yang terlarang,
Merasuk ke dalam hati yang terdalam
mencari celah kehidupan di tengah kematian sebuah perasaan.
Memohon kesempatan pada yang tidak berkuasa,
yang lunak dan menyerah karena cinta
Pecandu cinta yang terlarang,
Berkorban mengalah
dan selalu kalah
Dibutakan realita dan emosi sesaat
Pulang dengan tangan hampa
hentikan perjuangan, tinggalkan kesempatan
Berhenti, berharap dan mengeluh
Kepada entah siapa yang berkuasa
Bertanya dan mengutuk semua yang terjadi
bermimpi semua tak pernah terjadi..
Cinta yang terlarang,
Seberapa jauh harus diperjuangkan?
Batas imajiner menahan diri yang berusaha menggapai
Menyangkal kepastian dan membangkang dari konsep sebuah larangan..
tersugesti pikiran dan terlarut perasaan yang menggantung tanpa kejelasan.
Menunggu hari dimana,
cinta tak lagi terlarang..
Atau
terlarang tapi tak mencinta lagi..
Merasuk ke dalam hati yang terdalam
mencari celah kehidupan di tengah kematian sebuah perasaan.
Memohon kesempatan pada yang tidak berkuasa,
yang lunak dan menyerah karena cinta
Pecandu cinta yang terlarang,
Berkorban mengalah
dan selalu kalah
Dibutakan realita dan emosi sesaat
Pulang dengan tangan hampa
hentikan perjuangan, tinggalkan kesempatan
Berhenti, berharap dan mengeluh
Kepada entah siapa yang berkuasa
Bertanya dan mengutuk semua yang terjadi
bermimpi semua tak pernah terjadi..
Cinta yang terlarang,
Seberapa jauh harus diperjuangkan?
Batas imajiner menahan diri yang berusaha menggapai
Menyangkal kepastian dan membangkang dari konsep sebuah larangan..
tersugesti pikiran dan terlarut perasaan yang menggantung tanpa kejelasan.
Menunggu hari dimana,
cinta tak lagi terlarang..
Atau
terlarang tapi tak mencinta lagi..
Jan 28, 2009
Dua Pucuk Surat dari Masa Lalu atas nama Cinta
Dalam perjalanannya, manusia seperti gwe memang gak akan pernah lepas dari masa lalu, buat gwe, hidup gwe hari ini adalah sebuah kelanjutan dari hari kemarin, Sepahit dan se-miserable apapun saat kemarin. Sebuah petualangan baru dalam hidup yang bisa menyita waktu dan atensi orang pada umumnya, akan menjadi janggal buat gwe, dilewati tanpa mereka yang sudah memupuk cinta buat gwe dan membesarkan gwe sampai hari ini. Selalu ada tempat untuk masa lalu dan individu yang berlakon di dalamnya, terlebih mereka, yang menjadi pemeran utama dalam hidup gwe secara alami maupun secara insidental.
Dua pucuk surat dari masa lalu, tersimpan, tersembunyi tak tersentuh di laci di bawah TV di kamar gwe. Dua lembar kertas kecil, singkat, padat dan bermakna itu melepas gwe pada 24 November 2007, hari di saat gwe pertama kali menangis merasa kehilangan dan merindukan segalanya. Hari di saat gwe memulai langkah pertama gwe "menuju kedewasaan yang sesungguhnya", so it says in the letter.
Berat buat gwe, mengingat dan menjiwai masa lalu gwe yang selalu hidup dan menghantui gwe, well, in a good way. Gwe adalah sosok yang sangat mendalami setiap detail dalam berbagai hal, meskipun dalam pembawaannya gwe bisa jadi orang yang sangat cuek dan acuh terhadap hal sebesar apapun. Sisi yang sangat cengeng dan penuh perasaan dan sensitifitas yang membuat gwe tidak berani menengok ke belakang dan merelakan diri gwe menangis merindu dan berteriak minta pulang. Dalam hal ini, bagi gwe, membuka dan membaca kembali suara hati sang penulis surat bisa merangsang air mata gwe yang beberapa hari ini menemani gwe dalam kesendirian, kesusahan, frustrasi dan desperasi gwe.
Surat-surat, itu, suara hati kekasih yang sesungguhnya, cinta murni yang luput dari mata batin gwe, berdiam nyaman dalam kesunyian laci kamar, tidak tersentuh... Sampai pada hari di mana gwe berani membukanya kembali pada hari ini.
Tulisan itu, berwarna hitam dan biru, tidak sulit buat gwe mengenali sang penulis. Dua orang terdekat dalam hidup gwe, sosok yang sabar dan penyayang, penuh ketulusan dan keibuan. Dibanding kebanyakan orang yang keluar masuk hidup gwe, meninggalkan berjuta kenangan kopi susu yang pahit-pahit manis sepet, mereka tidak terkalahkan. Ibarat metamorfosa kupu-kupu.. Mereka yang ngemongin dan nungguin gwe mekar, dari ulat yang buruk rupa, beralih menjadi kepompong yang tertutup dan misterius, sampai pada hari gwe bertransformasi jadi kupu-kupu yang indah, mereka selalu ada dalam hidup gwe lately, saat gwe butuh, saat gwe gak butuh, saat gwe jatuh dan kritis membutuhkan uluran tangan saat gwe sedih, mereka yang memeluk dan membelai gwe dan mengatakan "Jangan nangis, semua akan baik-baik aja.", Saat gwe senang mereka tersenyum manis di belakang gwe meskipun gwe lupa sama mereka. Saat gwe pergi mereka yang paling tegar dan bangga dan saat gwe pulang, mereka pasti yang paling kangen sama gwe.
(btw, sebagai kupu-kupu,gwe..gak indah-indah banget sih, tapi dapetlah analoginya, ya? hee.)
Untuk ukuran sebuah cerpen, prosa, syair, atau apapun yang mereka tulis, dari sekian banyak surat "good bye and i'm/we're gonna mis you" yang menumpuk dalam sebuah amplop putih bertuliskan "Just for You", yang dimandatkan ke gwe saat gwe berangkat ke jerman, dua sejoli ini selalu menyita perhatian gwe saat gwe intip, gwe pirit. Rangkaian kata-kata yang simple tapi berisi. gwe ibaratkan sebuah charger handphone yang jadi barang darurat saat batere habis. Dan inilah, sebuah curhat melankolis, yang menghangatkan malam stres-ujian gwe. Menemani jeruk nipis panas dan filter terakhir: "Dua Pucuk Surat dari masa lalu, atas nama cinta."...
Sebuah buku yang gwe pinjam dari seorang teman baik, menyuratkan sebuah analisa yang kira-kira berbunyi demikian, "Kesuksesan seseorang tidak akan pernah lepas dari peran wanita yang ada di belakang layar.". Kalo kita buka pikiran kita, mungkin sosok wanita ini tidak harus berwujud istri, pacar, kekasih, hts-an, ttm-an, gebetan, kasih tak sampai (mulai gak jelas) atau obsesi kan? Bisa juga nenek-nenek tua, seorang ibu penyayang, ibu tiri galak a'la Cinderella atau mbok-mbok di warung kopi di Ciputat (gak penting..). Well, Siapapun dia, pada kenyataannya, seperti yang dialami Napoleon yang mengalami kejatuhan setelah ditinggal "wanita"nya atau Hitler yang luluh oleh pesona sang Eva, mereka kelihatannya punya porsi besar somehow, dalam keberhasilan seorang pria (atau wanita. gwe open minded kok..hehe). Entah bagaimana cara kerjanya, kalau di logic, hal ini memang sulit diiyakan, tapi biarkan begitu saja lah, begini saja "konsep itu" sudah sangat nyaman dan menyenangkan untuk dinikmati.
Anyway,
Dua lembar kertas itu berkata-kata soal gwe dan betapa gwe "betapa" dalam hidup mereka, yang sampai hari ini masih belum gwe pahami mengapa demikian. beberapa pesan dan kesan ditulis dalam waktu singkat (kelihatannya), penuh upaya dan haru (Pede!) Dibanding surat-surat perpisahan umum lainnya yang ber-lebay-an dan berkata-kata indah-romantis-maksa, kata-kata yang tertulis benar-benar sederhana, dengan "saya-kamu" yang gwe dengar setiap hari sebelum gwe berangkat, namun menyiratkan makna yang rasanya lebih besar daripada yang tersurat. Beberapa penggal kata-kata yang membekas di sanubari gwe (hhhaaahelah...), jadi lagu mellow merdu di malam yang belum juga menampakkan bintang-bintang..
"24 dari sekarang, kamu sudah ada di atas pesawat yang mengantar kamu ke tempat jauh, tempat yang sekian lama jadi pembicaraan mimpi dan harapanmu."
"Di manapun kamu berada sekarang, aku pasti sedang kangen banget sama kamu.."
"Risang jangan ragu lagi, inilah jalan hidupmuu, semangat ya, Jangan ragukan cinta kami kepada kamu, kami akan melakukan apapun untuk keberhasilanmu.."
"Kalau bisa mau rasanya bisa ikut kamu sepanjang hidup kamu sepanjang hidupku, tapi rencana Tuhan adalah hari ini kamu memulai jalan ke kedewasaan yang sesungguhnya.."
"Aku berharap sampai kapanpun kita gak akan pernah melupakan kebersamaan kita ini" I won't!
"Jadilah Risang yang lebih baik, Kalau Tuhan ngasih kesempatan kita untuk ketemu lagi, aku berharap kamu bisa membuatku lebih bangga dari kebanggaanku saat melepaskanmu hari ini.. Jadilah orang yang bernilai, Aku akan selalu mendoakanmu."
Ternyata gak beberapa penggal ding...
Anyway..
Kalo dipikir-pikir, unik juga bagaimana tinta dan pulpen bisa jadi segitu bermakna buat gwe.. They say, "Tinta lebih tajam dari peluru". Gwe bilang, "Tinta itu kadang bisa lebih lembut dari marshmellow".
Dan malam ini, gwe lipat lagi dua pucuk surat dari masa lalu atas nama cinta, kali ini, gwe simpan di atas meja, biar setiap kali bisa gwe lihat dan feel recharged lagi. laci? biar jadi tempat sampah yang sekarang harus disembunyikan dan dilupakan sesaat.
Lagipula, ga ada salahnya menyeret sedikit masa lalu yang bisa atau bahkan pasti jadi masa depan gwe, ke masa kini.. terutama, kalo mereka terbungkus rapi atas nama cinta.
Dua pucuk surat dari masa lalu, tersimpan, tersembunyi tak tersentuh di laci di bawah TV di kamar gwe. Dua lembar kertas kecil, singkat, padat dan bermakna itu melepas gwe pada 24 November 2007, hari di saat gwe pertama kali menangis merasa kehilangan dan merindukan segalanya. Hari di saat gwe memulai langkah pertama gwe "menuju kedewasaan yang sesungguhnya", so it says in the letter.
Berat buat gwe, mengingat dan menjiwai masa lalu gwe yang selalu hidup dan menghantui gwe, well, in a good way. Gwe adalah sosok yang sangat mendalami setiap detail dalam berbagai hal, meskipun dalam pembawaannya gwe bisa jadi orang yang sangat cuek dan acuh terhadap hal sebesar apapun. Sisi yang sangat cengeng dan penuh perasaan dan sensitifitas yang membuat gwe tidak berani menengok ke belakang dan merelakan diri gwe menangis merindu dan berteriak minta pulang. Dalam hal ini, bagi gwe, membuka dan membaca kembali suara hati sang penulis surat bisa merangsang air mata gwe yang beberapa hari ini menemani gwe dalam kesendirian, kesusahan, frustrasi dan desperasi gwe.
Surat-surat, itu, suara hati kekasih yang sesungguhnya, cinta murni yang luput dari mata batin gwe, berdiam nyaman dalam kesunyian laci kamar, tidak tersentuh... Sampai pada hari di mana gwe berani membukanya kembali pada hari ini.
Tulisan itu, berwarna hitam dan biru, tidak sulit buat gwe mengenali sang penulis. Dua orang terdekat dalam hidup gwe, sosok yang sabar dan penyayang, penuh ketulusan dan keibuan. Dibanding kebanyakan orang yang keluar masuk hidup gwe, meninggalkan berjuta kenangan kopi susu yang pahit-pahit manis sepet, mereka tidak terkalahkan. Ibarat metamorfosa kupu-kupu.. Mereka yang ngemongin dan nungguin gwe mekar, dari ulat yang buruk rupa, beralih menjadi kepompong yang tertutup dan misterius, sampai pada hari gwe bertransformasi jadi kupu-kupu yang indah, mereka selalu ada dalam hidup gwe lately, saat gwe butuh, saat gwe gak butuh, saat gwe jatuh dan kritis membutuhkan uluran tangan saat gwe sedih, mereka yang memeluk dan membelai gwe dan mengatakan "Jangan nangis, semua akan baik-baik aja.", Saat gwe senang mereka tersenyum manis di belakang gwe meskipun gwe lupa sama mereka. Saat gwe pergi mereka yang paling tegar dan bangga dan saat gwe pulang, mereka pasti yang paling kangen sama gwe.
(btw, sebagai kupu-kupu,gwe..gak indah-indah banget sih, tapi dapetlah analoginya, ya? hee.)
Untuk ukuran sebuah cerpen, prosa, syair, atau apapun yang mereka tulis, dari sekian banyak surat "good bye and i'm/we're gonna mis you" yang menumpuk dalam sebuah amplop putih bertuliskan "Just for You", yang dimandatkan ke gwe saat gwe berangkat ke jerman, dua sejoli ini selalu menyita perhatian gwe saat gwe intip, gwe pirit. Rangkaian kata-kata yang simple tapi berisi. gwe ibaratkan sebuah charger handphone yang jadi barang darurat saat batere habis. Dan inilah, sebuah curhat melankolis, yang menghangatkan malam stres-ujian gwe. Menemani jeruk nipis panas dan filter terakhir: "Dua Pucuk Surat dari masa lalu, atas nama cinta."...
Sebuah buku yang gwe pinjam dari seorang teman baik, menyuratkan sebuah analisa yang kira-kira berbunyi demikian, "Kesuksesan seseorang tidak akan pernah lepas dari peran wanita yang ada di belakang layar.". Kalo kita buka pikiran kita, mungkin sosok wanita ini tidak harus berwujud istri, pacar, kekasih, hts-an, ttm-an, gebetan, kasih tak sampai (mulai gak jelas) atau obsesi kan? Bisa juga nenek-nenek tua, seorang ibu penyayang, ibu tiri galak a'la Cinderella atau mbok-mbok di warung kopi di Ciputat (gak penting..). Well, Siapapun dia, pada kenyataannya, seperti yang dialami Napoleon yang mengalami kejatuhan setelah ditinggal "wanita"nya atau Hitler yang luluh oleh pesona sang Eva, mereka kelihatannya punya porsi besar somehow, dalam keberhasilan seorang pria (atau wanita. gwe open minded kok..hehe). Entah bagaimana cara kerjanya, kalau di logic, hal ini memang sulit diiyakan, tapi biarkan begitu saja lah, begini saja "konsep itu" sudah sangat nyaman dan menyenangkan untuk dinikmati.
Anyway,
Dua lembar kertas itu berkata-kata soal gwe dan betapa gwe "betapa" dalam hidup mereka, yang sampai hari ini masih belum gwe pahami mengapa demikian. beberapa pesan dan kesan ditulis dalam waktu singkat (kelihatannya), penuh upaya dan haru (Pede!) Dibanding surat-surat perpisahan umum lainnya yang ber-lebay-an dan berkata-kata indah-romantis-maksa, kata-kata yang tertulis benar-benar sederhana, dengan "saya-kamu" yang gwe dengar setiap hari sebelum gwe berangkat, namun menyiratkan makna yang rasanya lebih besar daripada yang tersurat. Beberapa penggal kata-kata yang membekas di sanubari gwe (hhhaaahelah...), jadi lagu mellow merdu di malam yang belum juga menampakkan bintang-bintang..
"24 dari sekarang, kamu sudah ada di atas pesawat yang mengantar kamu ke tempat jauh, tempat yang sekian lama jadi pembicaraan mimpi dan harapanmu."
"Di manapun kamu berada sekarang, aku pasti sedang kangen banget sama kamu.."
"Risang jangan ragu lagi, inilah jalan hidupmuu, semangat ya, Jangan ragukan cinta kami kepada kamu, kami akan melakukan apapun untuk keberhasilanmu.."
"Kalau bisa mau rasanya bisa ikut kamu sepanjang hidup kamu sepanjang hidupku, tapi rencana Tuhan adalah hari ini kamu memulai jalan ke kedewasaan yang sesungguhnya.."
"Aku berharap sampai kapanpun kita gak akan pernah melupakan kebersamaan kita ini" I won't!
"Jadilah Risang yang lebih baik, Kalau Tuhan ngasih kesempatan kita untuk ketemu lagi, aku berharap kamu bisa membuatku lebih bangga dari kebanggaanku saat melepaskanmu hari ini.. Jadilah orang yang bernilai, Aku akan selalu mendoakanmu."
Ternyata gak beberapa penggal ding...
Anyway..
Kalo dipikir-pikir, unik juga bagaimana tinta dan pulpen bisa jadi segitu bermakna buat gwe.. They say, "Tinta lebih tajam dari peluru". Gwe bilang, "Tinta itu kadang bisa lebih lembut dari marshmellow".
Dan malam ini, gwe lipat lagi dua pucuk surat dari masa lalu atas nama cinta, kali ini, gwe simpan di atas meja, biar setiap kali bisa gwe lihat dan feel recharged lagi. laci? biar jadi tempat sampah yang sekarang harus disembunyikan dan dilupakan sesaat.
Lagipula, ga ada salahnya menyeret sedikit masa lalu yang bisa atau bahkan pasti jadi masa depan gwe, ke masa kini.. terutama, kalo mereka terbungkus rapi atas nama cinta.
Jan 25, 2009
Doaku hari ini
Ya Tuhan,
berkenankah Engkau memberikan seorang aku kekuatan melewati ujianku.
Berikanlah aku kepercayaan diri dan ketegaran yang pantang menyerah..
Bangkitkanlah kebanggaan yang lama terpendam tak bersuara..
Dan kesadaran diri sepenuhnya menjalani hari demi hari, melewati masalah demi masalah..
Berkenanlah memberikan aku ketenangan hati, jiwa dan pikiran..
Keseluruhan diri yang mendayagunakan seluruh aku dalama berupaya..
Dan keyakinan bahwa hari yang lebih cerah akan datang..
Berkatilah mereka yang menyayangiku, mendukungku, dan menaruh kepercayaan terhadapku..
Sayangilah mereka dan berikanlah mereka kebahagiaan..
jangan lupakan mereka yang meninggalkanku, membenci dan melupakanku..
Sayangilah mereka dan berikanlah mereka kebahagiaan..
Ya Tuhan Engkau tahu apa yang kuinginkan..
Namun Engkau lebih tahu apa yang kubutuhkan..
Jika Engkau berkenan, kabulkanlah keinginanku...
Namun jika aku harus menjalani berbeda, berikanlah aku kekuatan untuk menjalani dan menerima segalanya..
Amin
berkenankah Engkau memberikan seorang aku kekuatan melewati ujianku.
Berikanlah aku kepercayaan diri dan ketegaran yang pantang menyerah..
Bangkitkanlah kebanggaan yang lama terpendam tak bersuara..
Dan kesadaran diri sepenuhnya menjalani hari demi hari, melewati masalah demi masalah..
Berkenanlah memberikan aku ketenangan hati, jiwa dan pikiran..
Keseluruhan diri yang mendayagunakan seluruh aku dalama berupaya..
Dan keyakinan bahwa hari yang lebih cerah akan datang..
Berkatilah mereka yang menyayangiku, mendukungku, dan menaruh kepercayaan terhadapku..
Sayangilah mereka dan berikanlah mereka kebahagiaan..
jangan lupakan mereka yang meninggalkanku, membenci dan melupakanku..
Sayangilah mereka dan berikanlah mereka kebahagiaan..
Ya Tuhan Engkau tahu apa yang kuinginkan..
Namun Engkau lebih tahu apa yang kubutuhkan..
Jika Engkau berkenan, kabulkanlah keinginanku...
Namun jika aku harus menjalani berbeda, berikanlah aku kekuatan untuk menjalani dan menerima segalanya..
Amin
Jan 24, 2009
Inspiration: Capella
"Satu... Dua.. Tiga, Empat.. Lima.. Enam.. Tujuh.. Delapaannnnnnn... Sesaat terhenti.. "Loh, yang tadi mana ya? eh yang itu kelap-kelip... Biru..putih..biru putih... ahhhh.. Sembilaaaaannnnn..."..
Bintang terakhir yang bersinar lebih gemerlap dari lainnya, gwe namakan "Capella", seperti nama salah satu dari banyak bintang-bintang yang bersinar paling terang.
***
Malam, dingin, rintikan air hujan mencairkan salju yang sepanjang hari membeku dan mengkristal di rumput dan pepohonan.. Sepanjang hari, putih salju dan butiran-butirannya yang seperti kapas menemani gwe, menghangatkan gwe, seiring suhu yang menurun mengikuti semakin banyaknya salju yang berjatuhan. Sebuah rumah dari kejauhan mengeluarkan asap dari cerobongnya, "sebuah keluarga yang penuh cinta pasti saling menghangatkan di dalam sana", pikir gwe. Kangennyaaa sama rumah, membayangkan malam natal di saat semua berkumpul dan bercerita, tersenyum, seakan-akan segala konflik kehidupan belum pernah kita jumpai. Sms-sms natal berubi-tubi masuk, bunyi ring tone sepertinya jadi joyeux Noel yang unik. Ajaibnya hari-hari itu dulu, mungkin baru gwe jumpai lagi beberapa tahun lagi.
Sambil terus melamun, gwe berdiri di balkon, tanpa sadar gwe berdiri memandangi langit yang agak terang malam ini. sedikit angin dan air yang berseliweran menghalau gwe benar-benar menghibur dan menenangkan. Malam ini, indah lagi seperti biasanya.
Tapi, di tengah lamunan gwe, gwe merasa.. Ada yang hilang dari sunyi senyap malam ini. Apa ya?
Bintang-bintang itu.. Kemana ya mereka selama ini? Bersembunyi dibalik malam yang enggan meredup. Menjadikan kemunculan mereka sesuatu yang istimewa buat gwe.
Anyway..
Tadi siang, pada saat gwe keluar rumah, Sedikit keingintahuan gwe menggoda gwe untuk membuka kotak pos yang biasanya, kosong-kosong aja.
Di dalam kotak pos, gwe temui sebuah amplop surat putih, berplastik transparan di bagian mukanya, yang memungkinkan gwe melihat sedikit apa isi surat itu. Di dalam amplop itu, terdapat selembar kertas bertuliskan tulisan tangan seseorang dengan caption: "Untuk 'Risang'.. ".
"apa ya? siapa sih yang ngirim?", tanya gwe dalam hati. Apakah perkembangan teknologi belum jadi bagian dari hari-hari orang ini?
Sebuah surat pendek, seperti memo dengan sedikit pesan yang menyita perhatian gwe untuk beberapa menit. gwe makin bertanya-tanya dalam hati, penasaran sekaligus deg-degan gak sabar membaca seluruh isinya.
Dalam surat itu, si pengirim menuliskan beberapa penggal kalimat dalam bahasa jerman yang kira-kira berbunyi, "Kamu pasti bisa melewati hari-harimu, saya percaya kamu bisa, teman baikku..".
Dibalik lembaran surat di dalam amplop itu, terdapat beberapa butir aspirin, yang ditujukan juga untuk gwe, dengan pesan: "Minum beberapa saat kamu 'pusing'...".
Di akhir surat itu, sang pengirim menambahkan,"Maaf saya tidak bisa mengatakan selamat tinggal kepadamu. Saya harus pergi pagi ini, kita keep in touch ya? Sampai jumpa kawanku!".
Air mata gwe lagi-lagi gak punya adat. Turun begitu aja, dan dunia seakan berhenti berputar. Untuk beberapa menit, gwe termenung mengautiskan diri, menggumamkan kalimat-kalimat yang tersurat di selembar kertas itu.
Sebuah surat, dari seorang sahabat baik, seorang teman, seorang kawan seperjuangan, sebuah bintang yang hilang dari hari-hari gwe.
Mereka datang dan pergi. Di saat gwe merasa sangat nyaman, saat itulah "semuanya bisa terjadi" jadi hal yang paling gwe kuatirkan terjadi diantara kami. Di saat gwe merasa paling menyayangi mereka, di saat itulah cinta itu berakhir dengan sangat dinginnya. Seperti kata pepatah, "The hottest love has the coldest end."
Gwe melamun, mengingat-ingat lagi beberapa kejadian belakangan yang sedikit menggetarkan gwe dan menyentuh hati terdalam gwe sampai hari ini. Kejadian-kejadian yang begitu cepat tidak terduga terjadi. Kejadian-kejadian yang tidak pernah akan kita pikirkan akan terjadi. Kejadian-kejadian yang membekas dan memberi dampak dalam hidup kita keesokan harinya. Kejadian-kejadian yang tidak bisa dijelaskan dan dimengerti. Hanya dengan menjalani dan maka berharaplah suatu saat kita akan mengerti.
Sejenak gwe menatap langit lagi, berpura-pura langit berwarna biru dan bertaburan bintang, gwe menutup mata dan mulai mengitung mereka. Dari satu... sampai sembilan... Ngomong-ngomong, Bintang terakhir yang gwe lihat.. Benar-benar indah! Berkelap-kelip, bersinar dan menarik perhatian gwe setiap kali memandang langit. Yeah well.. hee..
Imajinasi gwe membawa gwe sedikit bermimpi dan mengandai-andai, berharap suatu saat bintang itu muncul dan menemani gwe lagi. Gwe akan bersabar menunggu bintang-bintang datang kembali, untuk sebuah reuni yang akan indah pada waktunya.
kembali lagi..
memandang indahnya Capella dan kedelapan bintang di langit...
Di satu hari, pada suatu malam.. suatu saat nanti..
(für Cesar Osorio, Aufwiedersehen! Machts gut, Freund! Wir sehen uns!)
Bintang terakhir yang bersinar lebih gemerlap dari lainnya, gwe namakan "Capella", seperti nama salah satu dari banyak bintang-bintang yang bersinar paling terang.
***
Malam, dingin, rintikan air hujan mencairkan salju yang sepanjang hari membeku dan mengkristal di rumput dan pepohonan.. Sepanjang hari, putih salju dan butiran-butirannya yang seperti kapas menemani gwe, menghangatkan gwe, seiring suhu yang menurun mengikuti semakin banyaknya salju yang berjatuhan. Sebuah rumah dari kejauhan mengeluarkan asap dari cerobongnya, "sebuah keluarga yang penuh cinta pasti saling menghangatkan di dalam sana", pikir gwe. Kangennyaaa sama rumah, membayangkan malam natal di saat semua berkumpul dan bercerita, tersenyum, seakan-akan segala konflik kehidupan belum pernah kita jumpai. Sms-sms natal berubi-tubi masuk, bunyi ring tone sepertinya jadi joyeux Noel yang unik. Ajaibnya hari-hari itu dulu, mungkin baru gwe jumpai lagi beberapa tahun lagi.
Sambil terus melamun, gwe berdiri di balkon, tanpa sadar gwe berdiri memandangi langit yang agak terang malam ini. sedikit angin dan air yang berseliweran menghalau gwe benar-benar menghibur dan menenangkan. Malam ini, indah lagi seperti biasanya.
Tapi, di tengah lamunan gwe, gwe merasa.. Ada yang hilang dari sunyi senyap malam ini. Apa ya?
Bintang-bintang itu.. Kemana ya mereka selama ini? Bersembunyi dibalik malam yang enggan meredup. Menjadikan kemunculan mereka sesuatu yang istimewa buat gwe.
Anyway..
Tadi siang, pada saat gwe keluar rumah, Sedikit keingintahuan gwe menggoda gwe untuk membuka kotak pos yang biasanya, kosong-kosong aja.
Di dalam kotak pos, gwe temui sebuah amplop surat putih, berplastik transparan di bagian mukanya, yang memungkinkan gwe melihat sedikit apa isi surat itu. Di dalam amplop itu, terdapat selembar kertas bertuliskan tulisan tangan seseorang dengan caption: "Untuk 'Risang'.. ".
"apa ya? siapa sih yang ngirim?", tanya gwe dalam hati. Apakah perkembangan teknologi belum jadi bagian dari hari-hari orang ini?
Sebuah surat pendek, seperti memo dengan sedikit pesan yang menyita perhatian gwe untuk beberapa menit. gwe makin bertanya-tanya dalam hati, penasaran sekaligus deg-degan gak sabar membaca seluruh isinya.
Dalam surat itu, si pengirim menuliskan beberapa penggal kalimat dalam bahasa jerman yang kira-kira berbunyi, "Kamu pasti bisa melewati hari-harimu, saya percaya kamu bisa, teman baikku..".
Dibalik lembaran surat di dalam amplop itu, terdapat beberapa butir aspirin, yang ditujukan juga untuk gwe, dengan pesan: "Minum beberapa saat kamu 'pusing'...".
Di akhir surat itu, sang pengirim menambahkan,"Maaf saya tidak bisa mengatakan selamat tinggal kepadamu. Saya harus pergi pagi ini, kita keep in touch ya? Sampai jumpa kawanku!".
Air mata gwe lagi-lagi gak punya adat. Turun begitu aja, dan dunia seakan berhenti berputar. Untuk beberapa menit, gwe termenung mengautiskan diri, menggumamkan kalimat-kalimat yang tersurat di selembar kertas itu.
Sebuah surat, dari seorang sahabat baik, seorang teman, seorang kawan seperjuangan, sebuah bintang yang hilang dari hari-hari gwe.
Mereka datang dan pergi. Di saat gwe merasa sangat nyaman, saat itulah "semuanya bisa terjadi" jadi hal yang paling gwe kuatirkan terjadi diantara kami. Di saat gwe merasa paling menyayangi mereka, di saat itulah cinta itu berakhir dengan sangat dinginnya. Seperti kata pepatah, "The hottest love has the coldest end."
Gwe melamun, mengingat-ingat lagi beberapa kejadian belakangan yang sedikit menggetarkan gwe dan menyentuh hati terdalam gwe sampai hari ini. Kejadian-kejadian yang begitu cepat tidak terduga terjadi. Kejadian-kejadian yang tidak pernah akan kita pikirkan akan terjadi. Kejadian-kejadian yang membekas dan memberi dampak dalam hidup kita keesokan harinya. Kejadian-kejadian yang tidak bisa dijelaskan dan dimengerti. Hanya dengan menjalani dan maka berharaplah suatu saat kita akan mengerti.
Sejenak gwe menatap langit lagi, berpura-pura langit berwarna biru dan bertaburan bintang, gwe menutup mata dan mulai mengitung mereka. Dari satu... sampai sembilan... Ngomong-ngomong, Bintang terakhir yang gwe lihat.. Benar-benar indah! Berkelap-kelip, bersinar dan menarik perhatian gwe setiap kali memandang langit. Yeah well.. hee..
Imajinasi gwe membawa gwe sedikit bermimpi dan mengandai-andai, berharap suatu saat bintang itu muncul dan menemani gwe lagi. Gwe akan bersabar menunggu bintang-bintang datang kembali, untuk sebuah reuni yang akan indah pada waktunya.
kembali lagi..
memandang indahnya Capella dan kedelapan bintang di langit...
Di satu hari, pada suatu malam.. suatu saat nanti..
(für Cesar Osorio, Aufwiedersehen! Machts gut, Freund! Wir sehen uns!)
Jan 22, 2009
Dibalik senyum dan tawaku hari ini,
Mengalihkan semua kesedihan yang meronta-ronta minta dimanjakan,
Aku meneteskan air mata ketakutan,
Ketakutan, akan yang akan datang dalam hidupku, esok..
Apa lagi? Apa lagi yang akan terjadi?
Kemarin, aku menangis,
berteriak,
aku merintih perih disakiti cinta dan dikhianati kejujuran..
Aku terperosok jatuh ke dalam lautan air mata dan erangan seiring tangisku membasahi hariku, menjadi lagu kebahagiaan semua kekalahan dalam diriku..
Aku kehilangan arah..
Aku menyerah..
Aku menyerah untuk cinta..
Aku menyerah untuk hidup..
Aku berteriak minta tolong, minta dipeluk dan dininabobokan..
Berharap aku tertidur pulas dan terlupakan sakitku..
Bukannya bangun sepanjang hari, berwajah sendu, berasa dunia sudah berakhir..
Menarik perhatian sejuta umat yang tersenyum memberkati hari yang cerah..
Sementara aku,
termenung lugu, menyaksikan diriku terhanyut dalam kegalauan..
Aku menggigil ketakutan..
Pucat lesu aku sekarat..
Di manakah malaikatku?
Kutitipkan hatiku padamu..
Kupercayakan jiwaku padamu..
Kuserahkan hidupku untukmu..
Di manakah kamu?!
Mengapa engkau meninggalkanku saat aku membutuhkanmu?
Di mana janji manismu?
Di mana kesetiaan dan komitmen?
Di manakah cinta dan kejujuran?
Aku menanti namun ia tak kembali, Aku memanggil namun ia tak menjawab..
Sang malaikat pencuri hati terlalu sibuk menghancurkan hatiku,
Tertawa saat diriku jatuh,
lebam-lebam, luka-luka..
Sekarat, hilang harapan..
Aku terpojok lemah,
Udara dingin menusuk-nusuk tulangku
Dan darahku berhenti mengalir,
nafasku sesak terperangkap di dadaku
Dan perutku mual memutar memori indah kembali..
Aku akan mati,
Sementara malaikatku pindah ke lain hati...
Aku terjatuh..
Aku diinjak..
Aku dihina..
Aku disakiti..
Dan aku dikhianati..
Aku terdiam..
Tak melawan..
Aku percaya aku terselamatkan..
Aku tersenyum dibalik tangis yang memalukan,
dibalik belas kasihan yang merendahkanku..
Dibalik cinta yang membuangku..
Meskipun hancur hari indahku..
Aku berdiri tegap, menghapus air mataku..
Terisak-isak aku berjalan,
Mengumpulkan seluruh diriku yang hancur berkeping-keping..
Menyusunnya dan mengutuhkannya kembali..
Aku tak akan jadi sempurna lagi,
Aku rusak dan hancur..
Aku tidak akan jadi indah seperti dulu..
Aku retak..
Aku habis..
Oh Tuhan...
Mengapa?
Aku..
manusia aku bukan binatang
Aku punya rasa dan aku punya akal
Aku bisa menangis dan aku bisa terluka
Namun aku..
Aku tersenyum saat terluka
dan aku tertawa saat menangis..
Apalah yang aku lakukan?
Membohongi kesedihanku?
Aku tak tahu..
Aku melamun dibuai trauma..
Aku terdiam aku membisu..
Aku berharap dan terus berdoa..
Akan terjadi sesuatu yang indah
esok hari, esok nanti..
Mengalihkan semua kesedihan yang meronta-ronta minta dimanjakan,
Aku meneteskan air mata ketakutan,
Ketakutan, akan yang akan datang dalam hidupku, esok..
Apa lagi? Apa lagi yang akan terjadi?
Kemarin, aku menangis,
berteriak,
aku merintih perih disakiti cinta dan dikhianati kejujuran..
Aku terperosok jatuh ke dalam lautan air mata dan erangan seiring tangisku membasahi hariku, menjadi lagu kebahagiaan semua kekalahan dalam diriku..
Aku kehilangan arah..
Aku menyerah..
Aku menyerah untuk cinta..
Aku menyerah untuk hidup..
Aku berteriak minta tolong, minta dipeluk dan dininabobokan..
Berharap aku tertidur pulas dan terlupakan sakitku..
Bukannya bangun sepanjang hari, berwajah sendu, berasa dunia sudah berakhir..
Menarik perhatian sejuta umat yang tersenyum memberkati hari yang cerah..
Sementara aku,
termenung lugu, menyaksikan diriku terhanyut dalam kegalauan..
Aku menggigil ketakutan..
Pucat lesu aku sekarat..
Di manakah malaikatku?
Kutitipkan hatiku padamu..
Kupercayakan jiwaku padamu..
Kuserahkan hidupku untukmu..
Di manakah kamu?!
Mengapa engkau meninggalkanku saat aku membutuhkanmu?
Di mana janji manismu?
Di mana kesetiaan dan komitmen?
Di manakah cinta dan kejujuran?
Aku menanti namun ia tak kembali, Aku memanggil namun ia tak menjawab..
Sang malaikat pencuri hati terlalu sibuk menghancurkan hatiku,
Tertawa saat diriku jatuh,
lebam-lebam, luka-luka..
Sekarat, hilang harapan..
Aku terpojok lemah,
Udara dingin menusuk-nusuk tulangku
Dan darahku berhenti mengalir,
nafasku sesak terperangkap di dadaku
Dan perutku mual memutar memori indah kembali..
Aku akan mati,
Sementara malaikatku pindah ke lain hati...
Aku terjatuh..
Aku diinjak..
Aku dihina..
Aku disakiti..
Dan aku dikhianati..
Aku terdiam..
Tak melawan..
Aku percaya aku terselamatkan..
Aku tersenyum dibalik tangis yang memalukan,
dibalik belas kasihan yang merendahkanku..
Dibalik cinta yang membuangku..
Meskipun hancur hari indahku..
Aku berdiri tegap, menghapus air mataku..
Terisak-isak aku berjalan,
Mengumpulkan seluruh diriku yang hancur berkeping-keping..
Menyusunnya dan mengutuhkannya kembali..
Aku tak akan jadi sempurna lagi,
Aku rusak dan hancur..
Aku tidak akan jadi indah seperti dulu..
Aku retak..
Aku habis..
Oh Tuhan...
Mengapa?
Aku..
manusia aku bukan binatang
Aku punya rasa dan aku punya akal
Aku bisa menangis dan aku bisa terluka
Namun aku..
Aku tersenyum saat terluka
dan aku tertawa saat menangis..
Apalah yang aku lakukan?
Membohongi kesedihanku?
Aku tak tahu..
Aku melamun dibuai trauma..
Aku terdiam aku membisu..
Aku berharap dan terus berdoa..
Akan terjadi sesuatu yang indah
esok hari, esok nanti..
Jan 21, 2009
"Sebuah..." yang belum terucap
Sayang,
Sampai kapan ya kita akan begini?
Aku.. Aku bermimpi tentangmu tadi malam, kemarin malam, malam ini dan besok malam..
Aku memikirkanmu sepanjang hari, setiap saat...
Di langit biru-putih, aku melihatmu,
Di antara dedaunan yang jatuh meranggas...
Di pekatnya udara malam di bulan Oktober...
Dalam derasnya rintik hujan...
Aku selalu melihatmu...
Namun...
Mayanya dirimu...
kau tak tersentuh..
Tak terlihat... dan tak terdengar...
Di antara kesunyian hawa malam, aku mencari mu...
Di dalam tenangnya air...
Di dalam ruang kosong .. Detak jarum jam rasanya berteriak memekakkan telingaku...
Kemanakah dirimu?
Sayang, sampai kapan ya kita begini?
Berjauhan.. terbatas... terhalang..?
Sayang, apakah kau mendengar suaraku saat ini?
Apakah kamu sudah tidur?
Dapatkah aku masuk ke dalam mimpimu dan mengatakan, „Aku sayang kamu“?
Sayang...
Jangan tinggalkan aku ya?
Genggam terus tanganku..
Dan biarkan aku merasakanmu...
Meski harus jauh, terbatas dan terhalang...
Karena aku, tak akan meninggalkanmu...
Sayang, aku mendengarmu...
Aku melihatmu!
Dalam tangis piluku malam ini...
Sampai kapan ya kita akan begini?
Aku.. Aku bermimpi tentangmu tadi malam, kemarin malam, malam ini dan besok malam..
Aku memikirkanmu sepanjang hari, setiap saat...
Di langit biru-putih, aku melihatmu,
Di antara dedaunan yang jatuh meranggas...
Di pekatnya udara malam di bulan Oktober...
Dalam derasnya rintik hujan...
Aku selalu melihatmu...
Namun...
Mayanya dirimu...
kau tak tersentuh..
Tak terlihat... dan tak terdengar...
Di antara kesunyian hawa malam, aku mencari mu...
Di dalam tenangnya air...
Di dalam ruang kosong .. Detak jarum jam rasanya berteriak memekakkan telingaku...
Kemanakah dirimu?
Sayang, sampai kapan ya kita begini?
Berjauhan.. terbatas... terhalang..?
Sayang, apakah kau mendengar suaraku saat ini?
Apakah kamu sudah tidur?
Dapatkah aku masuk ke dalam mimpimu dan mengatakan, „Aku sayang kamu“?
Sayang...
Jangan tinggalkan aku ya?
Genggam terus tanganku..
Dan biarkan aku merasakanmu...
Meski harus jauh, terbatas dan terhalang...
Karena aku, tak akan meninggalkanmu...
Sayang, aku mendengarmu...
Aku melihatmu!
Dalam tangis piluku malam ini...
Jan 20, 2009
Satu saat langka dalam hari-hari gwe, gwe berharap, semua orang mengikuti hari-hari gwe dan bersimpati sama gwe. Mereka, secara umum, mereka yang diharapkan dan mereka yang biasanya begitu. Tapi pada kenyataannya, gwe cuma akan bersimpuh menangis berteriak dan memohon, tapi, dunia tetap akan berputar sesuai porosnya gak pedulikan manusia seperti gwe yang butuh sedikit pelukan, melamun sendiri, merasa sepi di dunia yang penuh manusia dan perhatian. Kehangatan di kala dingin, keteduhan di saat hujan, senyum di kala sedih dan perhatian di kala sepi sepertinya harus gwe tanggapi sedikit sebagai sesuatu yang mulai maya dalam hari-hari gwe. Dan dunia ini, bukan cinderella story yang membuat kita terharu manja menyaksikan kisah dongengnya yang voll fantasy. Dan memaksa membuka mata, terlepas dari air mata yang mengering dan perih, lalu belajar menyadari semua itu, untuk selanjutnya berusaha bangkit setelah jatuh tetrimpa semua hal yang tidak pernah terpikirkan dan akhirnya memulai langkah berani menjalani itu, melupakan semua perilaku dan siksaan manusia-manusia yang kadang gak sadar berhadapan dengan manusia, bukan binatang, adalah SULIT.
Entah.. bagaimana mekanisme dari recovery semua kesedihan dan sakit, yang pasti gak semudah membalikkan telapak tangan. Dan gak sesederhana recovery sebuah penyakit atau cidera setelah main bola. Bahkan itu saja sudah complicated untuk dimengerti. Segala vonis dan hipotesa, prediksi dan bayangan secara medis pun bisa salah dan meleset. Bisa berujung kesembuhan total yang membahagiakan atau.. berakhir sakit yang gak berkesudahan, kelumpuha atau bahkan kematian kekal.
Dan sekarang, adakah seorang dokter yang bisa menjelaskan dan memvonis apa yang terjadi dan akan terjadi dengan perasaan gwe? Emosi gwe? stabilitas gwe? Di saat gwe bahkan jadi gak kenal diri gwe sendiri, saat berusaha memisahkan semua rasio dengan perasaan. Seakan berjalan dengan mata tertutup, semua ini gak jelas gimana kelanjutan dan efeknya. Saat gwe jatuh masuk ke dalam lubang yang dalam di saat yang benar-benar gak tepat, gwe gak tau mesti gimana. Mencari sisa-sisa harga diri gwe yang tersebar kemana-mana dan sisa-sisa energi yang darurat gwe butuhin secepatny auntuk tetap bertahan hidup.
Gwe ga akan bisa mengerti apa yang terjadi dan mengapa itu terasa sangat menyakitkan dan menyiksa. Gwe juga bosen ngomong semoga begini, semoga begitu.. Gwe gak tau apa yang mesti gwe lakukan, haruskah gwe berdoa memohon, haruskah gwe berpasrah, berjuang atau bertanya-tanya mencari jawaban? saat ini perasaan gwe bercampur aduk, membenci, mencinta, meratapi, menangis, melongo... Gwe daritadi berusaha menganalogikan sakit hati gwe dengan ditendang pake sepatu lars di muka dan di perut, atau ada yang lebih buruk ya?
Gwe gak tahu harus gimana, dan gimana jadinya gwe. God help me.. Bukakan mata gwe dan biarkan gwe menangis melihat kenyataan yang pahit, tapi angkat gwe bangun dan paksa gwe berjalan melalui semua ini dengan tegar..
Entah.. bagaimana mekanisme dari recovery semua kesedihan dan sakit, yang pasti gak semudah membalikkan telapak tangan. Dan gak sesederhana recovery sebuah penyakit atau cidera setelah main bola. Bahkan itu saja sudah complicated untuk dimengerti. Segala vonis dan hipotesa, prediksi dan bayangan secara medis pun bisa salah dan meleset. Bisa berujung kesembuhan total yang membahagiakan atau.. berakhir sakit yang gak berkesudahan, kelumpuha atau bahkan kematian kekal.
Dan sekarang, adakah seorang dokter yang bisa menjelaskan dan memvonis apa yang terjadi dan akan terjadi dengan perasaan gwe? Emosi gwe? stabilitas gwe? Di saat gwe bahkan jadi gak kenal diri gwe sendiri, saat berusaha memisahkan semua rasio dengan perasaan. Seakan berjalan dengan mata tertutup, semua ini gak jelas gimana kelanjutan dan efeknya. Saat gwe jatuh masuk ke dalam lubang yang dalam di saat yang benar-benar gak tepat, gwe gak tau mesti gimana. Mencari sisa-sisa harga diri gwe yang tersebar kemana-mana dan sisa-sisa energi yang darurat gwe butuhin secepatny auntuk tetap bertahan hidup.
Gwe ga akan bisa mengerti apa yang terjadi dan mengapa itu terasa sangat menyakitkan dan menyiksa. Gwe juga bosen ngomong semoga begini, semoga begitu.. Gwe gak tau apa yang mesti gwe lakukan, haruskah gwe berdoa memohon, haruskah gwe berpasrah, berjuang atau bertanya-tanya mencari jawaban? saat ini perasaan gwe bercampur aduk, membenci, mencinta, meratapi, menangis, melongo... Gwe daritadi berusaha menganalogikan sakit hati gwe dengan ditendang pake sepatu lars di muka dan di perut, atau ada yang lebih buruk ya?
Gwe gak tahu harus gimana, dan gimana jadinya gwe. God help me.. Bukakan mata gwe dan biarkan gwe menangis melihat kenyataan yang pahit, tapi angkat gwe bangun dan paksa gwe berjalan melalui semua ini dengan tegar..
Subscribe to:
Posts (Atom)

