Apr 23, 2009

"Absurd"lutely Dictionary

When I said It's funny, doesn't mean I'm not serious about it,
When I said I'm okay, doesn't mean that I'm truly okay about that,

When I said I'm not into you, doesn't mean that i'm not in love with you,
When I said I never miss you, doesn't mean that I never think about you,
When I said that you're the so average type, doesn't mean that I don't adore you,
When I said that It's better off without you, doesn't mean that I'm gon'na forget you..

When I said "fine!", doesn't mean that I wan'na end our conversation..
When I said "whatever", doesn't mean I don't care about you..
When I said "I don't care", doesn't mean that I don't give a shit about it,

When I said what i said, i never really meant what I mean,
Don't ask why, what I barely can explain.

It's just so you know some words on my dictionary

Apr 16, 2009

A-B-S-T-R-A-K

Seberapa jauh kemampuan membedakan realita, mimp dan fantasi gwe? Sampai sekarang gwe masih meragukannya. Agaknya, gwe juga sudah menjadi orang yang mulai sesuka gwe dalam berpikir, bertindak dan merasa, dan menghiraukan semua pola umum manusia "pada umumnya" berpikir, bertindak dan merasa. "Kenapa juga harus begitu, kalau ternyata ada cara lain untuk menjalaninya?". Radikal? Atau gila kah gwe?

Anyway,

Beberapa hari ini, gwe merasa cukup lega dan terpenuhi secara rohani semenjak sampah-sampah pikiran dari kepala gwe keluar lewat curhat instant via telepon, face to face, chatting, atau bahkan ngomong sendiri. Sedang banyak orang yang punya waktu dan beruntungnya gwe, mereka menyisihkan waktunya untuk gwe juga. Apa jadinya gwe tanpa kalian? Lama-lama isi kepala gwe akan semakin penuh dan meledak seketika pada saat yang tidak diinginkan. maklum, luka batin agaknya masih tersisa dan masih sibuk gwe ganti perban setiap hari!

Namun demikian, kadang gwe merasa, semua yang ada di pikiran gwe dan bahkan gwe lontarkan saat gwe curhat ke orang lain adalah hal-hal abstrak tentang kehidupan yang gwe sendiri gak ngerti gimana-gimana nya. Mimpikah? fantasikah? Realitakah? Abstrak? yeap! itu aja yang gwe tahu.. Selebihnya, gwe gak bisa membedakan apa genre omongan gwe..

Specially last night.
I talked with someone on the phone. For me it was really interesting, yet entertaining. It was so great that we don't realize in the end, we both fell asleep in the middle of the conversation. On the curhat-sesion, i felt like we both talked about something out of our league, about life, the mechanism, etc. I imagine our conversation again in the morning, and it really looked like two years old talking, discussing, debating about the right way to drive a car. Hahahah! It's been a while here since i had this kind of brain storming.

Well, anyway, anyhow.. i dunno, is there really something wrong with my head? Or is it just another phase of life with the tendencies to talk about something i don't really understand? or is it normally normal? Or what?

Mungkin memang lagi masanya gwe berpikir dua tiga langkah lebih maju daripada umum, bahkan pada saat gwe belum layak untuk berada dalam level pembicaraan itu. Seperti hari ini gwe masuk kelas anak FH Coburg semester 6! Nah, itu benar-benar mengingatkan gwe pada pembicaraan semalam. Gwe cuma bengong gak ngerti professor itu ngomongin apa sementara seisi ruangan mengangguk-angguk seakan keingintahuannya terpenuhi. Dan gwe, (ingin) mengasumsikan gwe mengerti dengan basic gwe yang masih sangat dasar dan berusaha memeras otak gwe dan mengatakan bahwa gwe pasti bisa ngerti. Not necessary, it is..

Tapi, somehow gwe gak ngrasa ada satu kesimpulan yang terbentuk setelah gwe berpikir atau bicara soal pemikiran gwe yang abstrak itu. Kesimpulan yang bisa membuat gwe tahu apa yang harus gwe lakukan selanjutnya. Entah mimpi, fantasi gwe atau bahkan sebenarnya realita yang seharusnya cepat-cepat dipikirkan tanpa mendramatisir keadaan. Yang pasti gwe sulit membedakan semuanya dan semua terbungkus rapi dalam plastik kado dengan warna abstrak nan membingungkan. Dan masih juga gwe pikirn dan bahkan dibahas sama orang lain! hahah! Apa sih mau lo, sang? xp

Sampai kapan gwe akan seperti ini?
Yah, gwe gak terlalu peduli sih, sebenarnya gwe sangat menikmati masa otak gwe brain storming dengan emosi gwe, hanya saja, dalam hati kecil gwe, ada satu kejanggalan kalo gwe menjadi seseorang yang gak seiring dengan "mereka" pada umunya. Dan apakah itu salah? Apakah bahkan berpikir demikian saja sudah salah?

We'll find out.. but not soon..

Apr 7, 2009

Executive Decision Execute my Decision

Kejujuran sebuah pikiran dalam momen pengambilan keputusan, apakah benar bisa dipercaya sebagai satu kebenaran, bukan satu ketenaran sebuah konsep yang selalu hadir dan terkesan keren dan terbungkus dalam kemasan yang menarik di kepala kita?

Seakan-akan "itu"lah jawabannya..
Padahal, bukan..
padahal iya..
padahal bukan iya dan bukan "bukan"..
bukan hitam bukan putih
abu-abu?
bukan juga?
Hijau? Apakah warna ini tersedia dalam pilihan?

haruskah radikal?
haruskah taat aturan dan mengikuti aturan main berpikir umum?
Resiko?
masing-masing ada, dan masing-masing berbuntut konsekuensi yang dibayang-bayangi penyesalan..

Keseimbangan..
Rasio dan perasaan,
Emosi dan fisik
Kejujuran dan kebohongan,
tersirat dan tidak bisa terbaca pikiran yang berusaha menerobos masuk mencari jawaban

Lalu datang lapang dada dan kebesaran jiwa ditambah kepasrahan,
yang melengkapi kebingungan pikiran dalam bentuk otak mungil,
yang tidak bisa mengenal bagaimana cara hal-hal bekerja dalam kehidupan.

Akhirnya,
Menjalani dan menjalani,
seakan semua tersimpulkan dengan sangat rapi
dan seakan semua terjawab dan diputuskan dengan tepat..
Akhirnya jadi omong kosong hari-hari,
sementara pikiran terus berpikir apakah keputusan itu tepat guna?

Demikian dilema sebuah keputusan yang bahkan tidak tahu apakah harus sekarang diputuskan..
Atau mungkin,
Tidak harus diputuskan?
Atau sudah pernah diputuskan..
Otak saja yang terlalu tua dan pikun untuk mengingatnya!

Kadang,
Lebih baik hibernasi selamanya, dan bangunkan saya ketika musim dingin usai!
Lalu melewatkan semua "kesenangan" ini?
Hmm, rasanya gak..

Lantas, putuskanlah sekarang sebelum semuanya terlambat!
Atau..
belum terlambat, masih bisa diputuskan!
Sama saja! Permainan kata-kata ini membuat saya akhirnya bingung mau menulis apa lagi..

Apr 6, 2009

Gadis

Gadis, datang dengan perangai yang mengherankan
Cinta bermula dari ketiadaan yang tidak pasti
Kepasrahan dan kekesalan akan selalu bersamaku,
selama gadis tak menebarkan pesonanya padaku..
selama gadis mengurungkan dirinya untuk mengenalku..

Masa berlalu, gadis menghilang,
Kurelakan sejenak kepergiannya yang kurasa tak akan lama
Kuyakinkan diriku, gadis amat menarik
Menyembunyikan jutaan senyum yang menunggu untuk dipuji dan disanjung setiap mata yang memandangnya, setiap telinga yang mendengarnya, dan setiap hati yang memikatnya..
Kubawa dalam mimpi, kemayaan gadis yang tak tersentuh siapapun..
Kupasrahkan pada kehendak kehidupan, bila memang harus kudapatkan sebatas mimpi, aku akan siap menggantungkan wajahnya dalam hatiku,
yang akan dengan mudah kupandangi dengan senyum,
meratapi ketidak mampuanku melihatnya tersenyum untukku..

Waktu berjalan, lama kutunggu perubahan dari wajah sang gadis,
Masihkah ia ada untukku? Atau hati lain tlah memikatnya dalam satu pertemuan?
tanpa kabar darinya, kuyakin perasaannya masih kukejar, senyumannya masih kuimpikan,dan perhatiannya masih kucari…
karena, dalam sebuah kenyataan yang bagai mimpi, gadis tersenyum kepadaku dalam keanggunannya sebagai makhluk yang amat mempesona yang pernah Tuhan ciptakan..

gadis membuatku bertanya-tanya dalam kebahagiaanku..
Perasaannya mempermainkanku? Atau aku dipermainkan perasaanku?
Tutur katanya amat indah kini.. Seakan menepis semua pandanganku akan dirinya yang amat membuatku terhanyut dalam ketakjubanku yang tak mampu mendapatkannya..
Gadis berubah menjadi sesosok malaikat pembawa senyum..
Air matanya penuh pengorbanan dan kesetiaan, senyumnya berarti kepedulian yang mendalam, dan dalam diamnya tersimpan ribuan kata yang ia katakan tanpa berkata-kata..
Kata-kata yang hanya mampu ia yang mengatakan, dan mungkin baru aku yang dapat mendengarnya..

Entahlah, kehidupanku mulai berubah saat itu, misteri cinta yang tak pernah terpecahkan, sedikit demi sedikit menunjukkan jalan kepadaku untuk tak pernah tak mempercayai cinta dalam hidup manusia..
Gadis yang amat kusanjung itu perlahan membuka lembaran baru hidupku, dan mulai memasuki hidupku.. setelah kulalui perjuangan manusiawi yang amat panjang dan penuh pengorbanan..
Karena kadang kala, cinta memang berarti keindahan dalam kesetiaan, cinta berarti memiliki, cinta juga berarti mengamati, memperhatikan, mengindahkan, memuji, menyayangi, merindukan, memeluk, atau mungkin menjalani..
Tapi terlebih, cinta berarti pengorbananku, perjalanan panjangku dalam meraih sesuatu yang amat kuyakini dalam perasaanku..
Dan tampaknya kini, aku jatuh cinta… kepada sang gadis, ia, kecintaannya, dan segala tentang dirinya.. dan segala tentang perjuanganku untuknya..
Perjuangan untuk cinta..





2 Januari 2005

Apr 5, 2009

Sebuah renungan untuk diri

Di sebuah kepenatan hari, akan ada satu pencerahan yang datang dan membuat seakan-akan waktu berhenti sejenak untuk dinikmati dengan satu paket keheningan, senyum dan imajinasi. Sebuah ringkasan mimpi yang dialamatkan pada sebuah pikiran yang selalu bermimpi dan berfantasi akan masa depannya.

Namun tidak satu kata pun yang terucap dan terungkap, untuk mengungkapkan kepastian perasaan yang abstrak dan ingin lagi suatu saat dirasakan kembali. Keajaiban sebuah rekaman film, alunan lagu-lagu lama yang secara tidak sengajaa terputar, gambar-gambar belasan tahun silam dan sedikit cahaya lampu di satu malam di bulan April, memang baiknya dirasakan tanpa harus dijelaskan mekanisme bekerjanya. Terlalu banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dan begitu banyak hal yang hanya butuh dirasakan, dijalani dan diyakini.

Satu malam renungan dengan harapan perbaikan menyeluruh di hari berikutnya, dengan sedikit optimisme menyambut hari-hari ke depan, semangat dan keyakinan bahwa semua akan baik adanya, seperti saat semua ini bermula dan berjalan untuk pertama kalinya.

Lalu,
kekhawatiran, kecemasan dan prasangka?
Apalah arti sebuah hari tanpa kehadiran mereka melengkapi perjalanan ini?
Sebaiknya dibiarkan begitu saja, bukan? Terekspos begitu jelas dalam raut wajah yang begitu penuh tanda tanya dan mengundang simpati, menemani sehari penuh, tanpa kita tahu kapan semua ketidakjelasan akan berakhir, dan akankah suatu saat setelah semua rasa ini berlalu muncul lagi?

Sebuah kotak imajiner dalam pikiran yang selalu mencoba melewati batas manusiawinya dan memanjat pagar batas menuju kesempurnaan yang tidak lagi fana, toh, selalu menjadi sebuah periuk besar tempat semua pikiran miring yang meragukan kelangsungan hidup yang selalu begitu mengejutkan dan tidak bisa ditebak. Tempat semua kekhawatiran, kecemasan dan prasangka terbungkus dalam kemasan refleksi untuk masa mendatang.

Akhh..
Malam yang begitu acak, entah apa maksud dan tujuannya. Berulang kali terjadi dan berulang kali tidak kunjung terjelaskan. Menutup sebuah hari yang menyakitkan dan tidak kunjung sempurna. Berusaha menyempurnakan semua yang tidak sempurna lewat permainan kata-kata dan sedikit emosi, tertuang dalam sebuah renungan nina bobo yang perlahan menutup mataku dan melayangkanku ke alam mimpi.

Esok??
Kembali lagi lah, sebuah hari untuk dijalani, dikenang dan diingat
kembali lagi lah, perasaan yang tidak perlu dijelaskan,
kembali lagi lah, satu langkah yang harus dibuat,
sampai malam datang dan merangkumnya kembali dalam ketidakjelasan yang menjelaskan semua.

Apr 1, 2009

Arti Sebuah Nama..

Aneh bagiku tidak menemuimu selama ini..
Harapan yang selama ini membawaku terbang,
Kini tak lagi bersayap.. Dan langit seakan tak berawan..
Kehampaan beradu dengan kerinduan,
Meninggalkan wajah yang begitu mempesona,
Mendekati kesempurnaan dalam ukuran kefanaan dunia ini..
Di dalam benak yang menginginkan cerminan jiwa..

Wajah tak bernama itu begitu kuinginkan..
Memperindah, mengindahkan keindahan karya yang terindah..
Namun tak tersentuh, tak tersapa, tak ku mengerti..
Aku begitu ingin tahu..
Sepatah kata, nama..
Yang ‘kan kubawa dalam mimpi malamku..
Tapi mengapa? Haruskah tak bernama?
Menodai kesempurnaan yang telah dengan elok dilukiskan?

Entahlah.. Ia separas dengan bidadari..
Lalu apakah bidadari tak bernama?
Meninggalkan jutaan syair dari pujangga,
Yang menginginkan namamu, mencari tahu jati dirimu..
Atau mungkin, bidadari begitu cantiknya hingga tak bernama..
Huh! Kamu begitu kuinginkan,. Tapi kuyakini….
Semua akan terjawab satu saat nanti..
Tak peduli dan entah kapan..
Kuketahui arti sebuah nama..

4 Oktober 2004

"didedikasikan oleh cinta yang tertulus dari masa lalu"