Jan 22, 2009

Dibalik senyum dan tawaku hari ini,
Mengalihkan semua kesedihan yang meronta-ronta minta dimanjakan,
Aku meneteskan air mata ketakutan,
Ketakutan, akan yang akan datang dalam hidupku, esok..
Apa lagi? Apa lagi yang akan terjadi?

Kemarin, aku menangis,
berteriak,
aku merintih perih disakiti cinta dan dikhianati kejujuran..
Aku terperosok jatuh ke dalam lautan air mata dan erangan seiring tangisku membasahi hariku, menjadi lagu kebahagiaan semua kekalahan dalam diriku..
Aku kehilangan arah..
Aku menyerah..
Aku menyerah untuk cinta..
Aku menyerah untuk hidup..

Aku berteriak minta tolong, minta dipeluk dan dininabobokan..
Berharap aku tertidur pulas dan terlupakan sakitku..
Bukannya bangun sepanjang hari, berwajah sendu, berasa dunia sudah berakhir..
Menarik perhatian sejuta umat yang tersenyum memberkati hari yang cerah..
Sementara aku,
termenung lugu, menyaksikan diriku terhanyut dalam kegalauan..

Aku menggigil ketakutan..
Pucat lesu aku sekarat..

Di manakah malaikatku?
Kutitipkan hatiku padamu..
Kupercayakan jiwaku padamu..
Kuserahkan hidupku untukmu..

Di manakah kamu?!
Mengapa engkau meninggalkanku saat aku membutuhkanmu?
Di mana janji manismu?
Di mana kesetiaan dan komitmen?
Di manakah cinta dan kejujuran?
Aku menanti namun ia tak kembali, Aku memanggil namun ia tak menjawab..

Sang malaikat pencuri hati terlalu sibuk menghancurkan hatiku,
Tertawa saat diriku jatuh,
lebam-lebam, luka-luka..
Sekarat, hilang harapan..

Aku terpojok lemah,
Udara dingin menusuk-nusuk tulangku
Dan darahku berhenti mengalir,
nafasku sesak terperangkap di dadaku
Dan perutku mual memutar memori indah kembali..
Aku akan mati,
Sementara malaikatku pindah ke lain hati...

Aku terjatuh..
Aku diinjak..
Aku dihina..
Aku disakiti..
Dan aku dikhianati..
Aku terdiam..
Tak melawan..
Aku percaya aku terselamatkan..
Aku tersenyum dibalik tangis yang memalukan,
dibalik belas kasihan yang merendahkanku..
Dibalik cinta yang membuangku..
Meskipun hancur hari indahku..

Aku berdiri tegap, menghapus air mataku..
Terisak-isak aku berjalan,
Mengumpulkan seluruh diriku yang hancur berkeping-keping..
Menyusunnya dan mengutuhkannya kembali..

Aku tak akan jadi sempurna lagi,
Aku rusak dan hancur..
Aku tidak akan jadi indah seperti dulu..
Aku retak..
Aku habis..
Oh Tuhan...
Mengapa?

Aku..
manusia aku bukan binatang
Aku punya rasa dan aku punya akal
Aku bisa menangis dan aku bisa terluka

Namun aku..
Aku tersenyum saat terluka
dan aku tertawa saat menangis..
Apalah yang aku lakukan?
Membohongi kesedihanku?
Aku tak tahu..

Aku melamun dibuai trauma..
Aku terdiam aku membisu..
Aku berharap dan terus berdoa..
Akan terjadi sesuatu yang indah
esok hari, esok nanti..

1 comment:

sherinesky! said...
This comment has been removed by the author.